RADARBANYUWANGI.ID - Ketenangan warga Dusun Pasinan Timur, Desa/Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, mendadak pecah. Sesosok mayat laki-laki ditemukan mengapung di aliran sungai, Sabtu siang (18/4/2026).
Penemuan itu sontak memicu kepanikan sekaligus tanda tanya di tengah masyarakat.
Korban diketahui berinisial A (68), warga setempat yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak dini hari.
Kondisi jenazah yang ditemukan tanpa busana dan dalam posisi tengkurap memperkuat kesan tragis peristiwa tersebut.
Berawal dari Laporan Orang Hilang
Kapolsek Singojuruh, Achmad Rudy, menjelaskan bahwa kejadian ini bermula dari laporan keluarga yang kehilangan korban.
Menurutnya, sebelum menghilang, korban menunjukkan perilaku tidak biasa. Ia disebut mengalami gangguan jiwa dan sempat bertindak di luar kebiasaan.
“Korban dilaporkan mengalami gangguan jiwa. Ia sempat melemparkan pakaian keluar kamar sebelum akhirnya meninggalkan rumah tanpa pamit,” ujar AKP Achmad Rudy, Minggu (19/4/2026).
Baca Juga: Diperiksa 7 Jam di Polresta Banyuwangi, WNA Rusia Andrew Fadeev Bantah Lakukan Penganiayaan
Upaya pencarian sempat dilakukan pihak keluarga, namun korban tak kunjung ditemukan hingga akhirnya kabar duka datang dari warga.
Ditemukan Warga di Aliran Sungai
Penemuan jasad korban bermula saat seorang warga melintas di sekitar aliran sungai yang tak jauh dari permukiman. Ia melihat tubuh manusia dalam kondisi tengkurap.
Temuan itu segera dilaporkan ke warga lain dan diteruskan ke pihak kepolisian. Situasi di lokasi sempat dipenuhi warga yang penasaran dengan kejadian tersebut.
“Atas adanya laporan warga, anggota Polsek Singojuruh langsung menuju ke lokasi kejadian,” ungkapnya.
Petugas kemudian melakukan evakuasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kematian korban.
Hasil Pemeriksaan: Tanpa Tanda Kekerasan
Untuk memastikan penyebab kematian, polisi berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Singojuruh. Pemeriksaan luar terhadap jenazah pun dilakukan di lokasi.
Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tegas AKP Achmad Rudy.
Temuan ini mempersempit dugaan adanya unsur kriminal dalam peristiwa tersebut.
Keluarga Tolak Autopsi
Pihak keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka menyebut korban memang memiliki riwayat gangguan jiwa sejak lama.
Baca Juga: Spesialis Pencuri Meteran Air Banyuwangi Tertangkap Tangan, 15 Unit Disita Polisi
Atas dasar itu, keluarga memutuskan menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
Keputusan ini membuat proses penanganan jenazah berlangsung cepat. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Duka dan Pertanyaan Warga
Meski polisi memastikan tidak ada unsur kekerasan, peristiwa ini tetap meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar. Penemuan jenazah di aliran sungai menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap warga dengan kondisi khusus, termasuk gangguan kejiwaan.
Di sisi lain, kejadian ini juga memunculkan kekhawatiran warga terhadap keamanan lingkungan, meski dugaan tindak kriminal telah ditepis.
Peristiwa tragis di Kabupaten Banyuwangi ini pun menjadi catatan bahwa respons cepat aparat dan keterbukaan informasi menjadi kunci dalam meredam spekulasi di tengah masyarakat. (*)
Editor : Ali Sodiqin