RADARBANYUWANGI.ID – Aksi pencurian meteran air yang meresahkan warga akhirnya terbongkar. Seorang pria yang diduga spesialis pencuri meteran air milik PUDAM Banyuwangi tertangkap tangan saat beraksi di kawasan permukiman Kelurahan Kertosari, Jumat sore (17/4).
Pelaku berinisial PAP (29), warga Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, kini diamankan dan menjalani pemeriksaan di Polsek Banyuwangi. Dari tangan pelaku, polisi menyita sedikitnya 15 unit meteran air serta berbagai alat yang digunakan untuk membongkar dan memasang instalasi.
Baca Juga: Haji 2026 Tanpa Izin Dilarang: Otoritas Arab Saudi Tegaskan Haram, Ini Alasannya
Kasus ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah meningkatnya laporan kehilangan meteran air dalam beberapa pekan terakhir, terutama pasca-Lebaran.
Tepergok Saat Beraksi di Rumah Kosong
Aksi pelaku terbongkar berkat kejelian seorang petugas PUDAM Banyuwangi, Prasetyo (30). Ia memergoki langsung pelaku saat mencoba mencopot meteran air di sebuah rumah kosong yang berada di belakang kediamannya.
Peristiwa itu bermula ketika Prasetyo hendak keluar rumah sekitar pukul 16.00 WIB. Ia curiga setelah mendengar suara sepeda motor berhenti di rumah kosong yang kebetulan dititipkan kepadanya untuk diawasi.
“Saya lihat dia sudah mencopot salah satu sisi pipa pada meteran air saat saya pergoki,” ujarnya.
Baca Juga: PBNU Resmikan 27 SPPG di Lirboyo Kediri, Gus Yahya: Ini Jawaban Krisis Gizi Nasional
Kecurigaan Prasetyo bukan tanpa alasan. Ia mengaku sudah lama memantau maraknya pencurian meteran air di wilayah tersebut.
“Sejak akhir Lebaran, sudah banyak meteran air yang hilang. Saya bahkan sering berkeliling dengan istri untuk mencari pelakunya,” katanya.
Ngaku Petugas, Aksi Terbongkar
Saat dipergoki, pelaku sempat berkelit dengan mengaku sebagai petugas PUDAM yang mendapat tugas mengganti meteran rusak. Namun, alasan tersebut tidak meyakinkan.
Prasetyo yang memahami prosedur kerja PUDAM langsung menyadari kebohongan tersebut. Ia kemudian memanggil rekan-rekannya untuk membantu mengamankan pelaku.
Baca Juga: Bangkit dari Nol, Novi Bojonegoro Buktikan PNM Mekaar Bisa Cetak Juragan Baru di Desa
Pelaku sempat mencoba melarikan diri menggunakan sepeda motor. Namun upaya itu gagal setelah Prasetyo menghadang hingga bantuan datang.
“Setelah teman-teman datang, kami hubungi polisi. Pelaku kemudian diamankan,” tambahnya.
Barang Bukti dan Dugaan Aksi Berulang
Saat diamankan, pelaku membawa tas berisi sejumlah peralatan teknis serta beberapa meteran air yang diduga hasil curian. Hal ini menguatkan dugaan bahwa pelaku telah beraksi di beberapa lokasi sebelum akhirnya tertangkap.
Polisi menyita 15 meteran air, seperangkat alat bongkar pasang, serta sepeda motor yang digunakan pelaku untuk beraksi.
Kapolsek Banyuwangi Kota, Hendry Christianto membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut pelaku telah mengakui perbuatannya saat diperiksa penyidik.
“Tersangka mengakui telah melakukan pencurian meteran air,” tegasnya.
Warga Resah, Polisi Dalami Jaringan
Kasus ini membuka kemungkinan adanya jaringan pencurian meteran air yang lebih luas. Pasalnya, jumlah barang bukti yang diamankan mengindikasikan aktivitas pelaku tidak dilakukan sekali atau dua kali.
Polisi kini mendalami apakah pelaku bekerja sendiri atau bagian dari sindikat yang memanfaatkan komponen meteran untuk dijual kembali.
Di sisi lain, warga berharap penangkapan ini bisa menghentikan aksi pencurian yang selama ini merugikan pelanggan PUDAM, baik secara finansial maupun layanan air bersih.
Maraknya pencurian ini juga menjadi alarm bagi pengelola dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan, terutama pada rumah kosong yang kerap menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin