Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tabrakan Maut di Jalur Tengkorak Banyuwangi, Dua Pemotor Tewas Terlindas Truk Batu Bara

Ali Sodiqin • Sabtu, 18 April 2026 | 08:12 WIB
lansia-asal-klatak-tewas-tertindih-kursi
Ilustrasi korban kecelakaan meninggal dunia.

RADARBANYUWANGI.ID – Jalur tengkorak Wongsorejo Banyuwangi kembali memakan korban.

Dua pemotor tewas seketika setelah terlindas truk bermuatan batu bara dalam kecelakaan tragis di Jalan Raya Banyuwangi–Situbondo, tepatnya di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Jumat sore (17/4/2026).

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.10 WIB. Kecelakaan bermula saat truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi W 8901 UW yang dikemudikan HA (45), warga Nganjuk, melaju dari arah utara ke selatan.

Baca Juga: Tabel KUR BRI 2026 Rp 20 Juta Jadi Rebutan UMKM, Cicilan Ringan tapi Risiko Mengintai

Di saat bersamaan, sepeda motor Honda Beat bernopol P 5249 RM yang dikendarai AMP (21), warga Desa Telemung, Kalipuro, berboncengan dengan IN (76), warga Wongsorejo, melaju searah di belakang truk.

Tragedi terjadi ketika pengendara motor nekat mendahului dari sisi kiri—manuver yang dikenal sangat berisiko, terutama terhadap kendaraan besar.

Setelah berhasil menyalip, posisi motor justru masuk ke area titik buta (blind spot) depan kiri truk.

Benturan tak terhindarkan. Sepeda motor menghantam bumper kiri depan truk hingga kedua korban terjatuh dan terseret ke kolong kendaraan.

“Korban terjatuh dan terlindas oleh ban kiri belakang truk. Keduanya meninggal dunia di lokasi akibat luka berat,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Pepri Tri Alfiyan, Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga: Minyakita Langka di Banyuwangi, Warga Terjepit Harga Naik Usai Lebaran

AMP (21) mengalami luka robek parah di bagian kepala dan perut. Sementara IN (76) mengalami luka serius di kedua kaki serta patah tulang rusuk kanan. Keduanya dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

Sementara itu, sopir truk HA (45) dilaporkan selamat dan dalam kondisi sadar. Polisi telah mengamankan yang bersangkutan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jenazah korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kendaraan yang terlibat kecelakaan juga telah diamankan sebagai barang bukti.

Kerugian materiil akibat insiden ini diperkirakan sekitar Rp 1 juta. Namun, nilai tersebut jelas tak sebanding dengan nyawa yang melayang di lokasi yang selama ini dikenal rawan kecelakaan.

Baca Juga: Gerakan Jumat Bersih di Singojuruh: Kolaborasi Warga vs Sampah di Jalan Nasional Banyuwangi

Jalur Banyuwangi–Situbondo memang kerap dijuluki “jalur tengkorak” karena tingginya angka kecelakaan, khususnya yang melibatkan kendaraan besar seperti truk dan bus.

Minimnya kesadaran berkendara serta manuver berbahaya seperti menyalip dari kiri menjadi faktor dominan penyebab kecelakaan fatal.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras bagi pengguna jalan, terutama pengendara roda dua, untuk lebih disiplin dan memahami risiko blind spot kendaraan besar.

Di jalan raya, satu keputusan dalam hitungan detik bisa berujung fatal. Dan di jalur tengkorak, kesalahan kecil kerap berakhir dengan harga yang sangat mahal: nyawa. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#jalur tengkorak Wongsorejo #tabrakan truk batu bara #laka lantas 2026 #Pemotor Tewas #kecelakaan banyuwangi