RADARBANYUWANGI.ID – Temuan bangkai penyu di pesisir Pelabuhan Brak Kalimoro, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, menyisakan tanda tanya besar. Satwa dilindungi yang sempat terlihat terdampar di antara bebatuan itu justru hilang sebelum sempat diperiksa petugas.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (15/4) itu awalnya dianggap sepele. Warga yang melihat mengira bangkai tersebut hanyalah tumpukan batu di tepi pelabuhan. Namun setelah diamati lebih dekat, objek tersebut ternyata seekor penyu dalam kondisi tak bernyawa.
Sayangnya, saat informasi tersebut diteruskan ke petugas, kondisi di lokasi sudah berubah. Bangkai penyu yang semula terlihat jelas, mendadak lenyap.
Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muncar, Salim, membenarkan adanya laporan temuan tersebut. Namun ia mengakui, pihaknya belum sempat melakukan identifikasi.
“Benar ada temuan bangkai penyu yang awalnya dikira tumpukan batu oleh warga,” ujarnya.
Ketika petugas mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi dan jenis penyu, bangkai tersebut sudah tidak berada di tempat semula. Dugaan sementara, bangkai terbawa arus laut atau gelombang.
“Saat kami datang sudah tidak ada. Kemungkinan terbawa ombak lagi. Kami belum bisa memastikan jenis maupun penyebab kematiannya,” jelas Salim.
Hilangnya bangkai penyu ini membuat proses investigasi terhenti. Padahal, identifikasi sangat penting untuk mengetahui apakah kematian satwa tersebut disebabkan faktor alami, aktivitas manusia, atau indikasi lain seperti pencemaran laut.
Kasus ini menambah daftar temuan satwa laut yang terdampar di pesisir Banyuwangi. Namun, tanpa bukti fisik, peluang untuk mengungkap penyebab kematian menjadi semakin kecil.
Di sisi lain, lemahnya respons awal juga menjadi sorotan. Keterlambatan pelaporan dan penanganan membuat momentum penting untuk mengidentifikasi satwa dilindungi itu terlewat.
Pihak pelabuhan mengaku akan terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan bangkai kembali muncul di permukaan.
“Kami tetap pantau area sekitar pelabuhan,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ekosistem laut menghadapi ancaman nyata, namun sering kali luput dari perhatian hingga bukti di lapangan justru menghilang tanpa jejak. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin