Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Remaja 18 Tahun di Muncar Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Depresi Akibat Konflik Orang Tua

Zamrozi Wahyu • Jumat, 17 April 2026 | 06:10 WIB
Anggota Polsek Muncar mendatangi kediaman MB di Dusun Kedungdandang, Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Kamis (16/4). Remaja tersebut diduga mengakhiri karena depresi. (Polsek Muncar)
Anggota Polsek Muncar mendatangi kediaman MB di Dusun Kedungdandang, Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Kamis (16/4). Remaja tersebut diduga mengakhiri karena depresi. (Polsek Muncar)

RADARBANYUWANGI.ID – Tragedi memilukan terjadi di Dusun Kedungdandang, Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur.

Seorang remaja berinisial MB, 18, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di bawah pohon waru, Kamis pagi (16/4). Dugaan kuat mengarah pada aksi nekat akibat tekanan batin yang dipicu konflik keluarga.

Peristiwa ini sontak menggegerkan warga sekitar. Korban pertama kali ditemukan oleh neneknya sendiri, K (60), sekitar pukul 07.00. Saat itu, ia melihat cucunya sudah dalam kondisi tergantung tak bernyawa, hanya berjarak sekitar 10 meter dari rumah.

“Nenek korban langsung meminta bantuan warga untuk mengevakuasi,” ujar Kapolsek Muncar AKP Mujiono.

Warga yang berdatangan kemudian memotong tali yang digunakan korban sebelum menurunkannya. Namun, saat dievakuasi dan dibawa ke rumah, kondisi korban sudah dipastikan meninggal dunia.

“Ketika diturunkan, korban sudah meninggal. Warga lalu melaporkan kejadian ini ke perangkat desa dan kepolisian,” jelas Mujiono.

Mendapat laporan tersebut, aparat Polsek Muncar bersama tim medis dari Puskesmas Tapanrejo langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.

Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban meninggal akibat gantung diri.

“Tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. Diperkirakan korban meninggal sekitar pukul 04.30,” terang Kapolsek.

Di balik peristiwa tragis ini, terkuak kondisi psikologis korban yang diduga tengah tertekan. Dari keterangan yang dihimpun, korban dikenal sebagai pribadi pendiam dan tertutup.

Dalam beberapa waktu terakhir, keluarga korban disebut tengah dilanda masalah. Kedua orang tuanya diduga mengalami konflik hingga akhirnya memilih pisah rumah.

Situasi tersebut diduga kuat menjadi pemicu tekanan mental yang dialami korban, hingga berujung pada keputusan fatal.

“Korban dikenal baik, tapi cenderung tertutup. Ada masalah keluarga yang diduga memengaruhi kondisi psikologisnya,” imbuh Mujiono.

Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut disampaikan secara tertulis kepada pihak berwenang.

“Jenazah sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras tentang pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama pada remaja yang kerap menyimpan tekanan tanpa ruang bercerita.

Di tengah dinamika keluarga yang tidak harmonis, korban menjadi pihak paling rentan. Tragedi ini pun menyisakan duka mendalam sekaligus pertanyaan: sejauh mana lingkungan sekitar mampu membaca tanda-tanda keputusasaan yang kerap tersembunyi. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Muncar Banyuwangi #remaja gantung diri Banyuwangi #depresi remaja #konflik keluarga #peristiwa tragis