RADARBANYUWANGI.ID – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Selasa malam (14/4), mengakibatkan atap gedung serbaguna milik Koperasi Unit Desa Sempu ambruk.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 di gedung yang berada di sebelah utara Kantor Desa sekaligus Kecamatan Sempu. Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa meski saat kejadian gedung tengah digunakan oleh warga.
Ambruk Saat Warga Bermain Bulu Tangkis
Kepala Dusun Krajan Desa Sempu, Erwin Dwi, mengungkapkan bahwa atap gedung runtuh ketika sejumlah warga sedang bermain bulu tangkis di dalamnya.
“Tidak ada korban jiwa, semua dalam kondisi selamat,” ujarnya.
Diperkirakan terdapat sekitar 12 orang yang berada di dalam gedung saat kejadian berlangsung. Mereka berhasil menyelamatkan diri sebelum runtuhan atap meluas ke seluruh area bangunan.
Diawali Suara Kayu Patah
Erwin menjelaskan, kejadian bermula saat hujan mulai turun sekitar pukul 22.00. Intensitas hujan yang cukup tinggi, ditambah terpaan angin kencang, membuat struktur atap yang sudah lapuk tidak mampu bertahan.
“Awalnya terdengar suara seperti kayu patah dari bagian atas. Yang patah sebagian dulu, tapi kalau dibiarkan bisa merembet,” jelasnya.
Tak lama berselang, sebagian atap di sisi timur gedung akhirnya ambruk.
Pemain Berada di Sisi Barat
Beruntung, posisi warga yang sedang bermain berada di sisi barat lapangan, cukup jauh dari titik runtuhan.
“Yang ambruk itu di bagian timur. Sementara pemain ada di sisi barat, jadi masih sempat menyelamatkan diri dan mengambil barang-barang,” tambahnya.
Kondisi tersebut menjadi faktor utama yang mencegah terjadinya korban jiwa dalam insiden tersebut.
Diduga Bangunan Sudah Lapuk
Erwin menilai, kondisi gedung serbaguna KUD Sempu memang sudah cukup tua dan diduga belum pernah mengalami renovasi dalam waktu lama.
Hal ini membuat struktur bangunan, khususnya bagian atap, menjadi rentan terhadap cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang.
“Bangunannya sudah lama dan kemungkinan belum pernah direnovasi dalam waktu lama,” ujarnya.
Proses Evakuasi Masih Berlangsung
Pasca kejadian, sebagian puing atap yang runtuh masih berada di lokasi. Namun, beberapa bagian sudah mulai dievakuasi oleh warga setempat.
“Puingnya masih ada, tapi sebagian sudah dibersihkan,” kata Erwin.
Warga sekitar juga diimbau untuk sementara tidak menggunakan gedung tersebut hingga dilakukan pengecekan lebih lanjut terhadap kondisi bangunan secara keseluruhan.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah yang rawan hujan dan angin kencang.
Selain itu, bangunan-bangunan tua yang masih digunakan untuk aktivitas publik diharapkan dapat segera dilakukan pengecekan dan perbaikan guna menghindari risiko serupa di masa mendatang.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan cukup besar akibat kerusakan pada struktur atap gedung. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin