Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tiga WN Thailand Nyaris Tertipu Transaksi Tokek Rp 2 Miliar di Banyuwangi, Warga Gagalkan Aksi Penipuan

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 16 April 2026 | 01:30 WIB
NYARIS DITIPU: Para WNA asal Thailand yang nyaris menjadi korban penipuan berkedok jual beli tokek senilai Rp 2 miliar di Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran beristirahat di rumah warga, Rabu (15/4). (Anang for Radar Banyuwangi)
NYARIS DITIPU: Para WNA asal Thailand yang nyaris menjadi korban penipuan berkedok jual beli tokek senilai Rp 2 miliar di Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran beristirahat di rumah warga, Rabu (15/4). (Anang for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Tiga warga negara asing (WNA) asal Thailand nyaris menjadi korban penipuan bermodus jual beli tokek dengan nilai fantastis mencapai Rp 2 miliar. Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan berkat kejelian warga di Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Rabu (15/4).

Peristiwa ini bermula dari kecurigaan seorang warga bernama Rendra (47) yang melihat sebuah minibus berpelat kuning berputar-putar di sekitar kampung selama kurang lebih 30 menit.

Kepala Dusun Sukamade, Feri Nafaro, menjelaskan bahwa warga awalnya mencoba menanyakan maksud kedatangan para penumpang mobil tersebut.

“Awalnya ada warga yang bertanya ke pengendara mobil itu, sedang mencari siapa. Saat kaca dibuka, ternyata orang asing,” ujarnya.

Cari Sosok “Ali”, Diduga Pelaku Penipuan

Merasa ada yang janggal, Rendra kemudian mencoba berkomunikasi dengan para WNA tersebut. Dengan bantuan aplikasi penerjemah, diketahui bahwa mereka sedang mencari seseorang bernama Ali.

Orang tersebut disebut menawarkan transaksi jual beli tokek dengan harga sangat tinggi.

“Mereka mengaku mencari seseorang bernama Ali yang katanya sedang menjalankan bisnis jual beli tokek dengan harga fantastis,” terang Feri.

Namun, cerita tersebut justru memicu kecurigaan Rendra. Ia menilai modus yang digunakan mengarah pada praktik penipuan, terlebih ketika pelaku meminta sejumlah uang terlebih dahulu sebelum transaksi dilakukan.

Warga Curiga, Penipu Sulit Lacak Lokasi

Kecurigaan semakin kuat setelah Rendra memastikan bahwa tidak ada warga setempat yang bernama Ali sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan.

Selain itu, komunikasi antara WNA tersebut dengan terduga pelaku juga dinilai tidak meyakinkan.

Rendra kemudian berinisiatif mengambil alih komunikasi dengan terduga penipu melalui sambungan telepon. Ia mencoba menginterogasi terkait lokasi dan identitas pelaku.

“Ditanya alamat rumah dan lokasi secara detail, tapi tidak bisa menjawab. Dari situ semakin jelas bahwa itu penipuan,” jelas Feri.

WNA Sempat Ragu, Akhirnya Percaya

Pada awalnya, niat baik Rendra sempat diragukan oleh ketiga WNA tersebut. Namun, setelah dijelaskan secara rinci dan dilakukan pembuktian melalui percakapan langsung dengan terduga pelaku, mereka akhirnya percaya bahwa sedang menjadi target penipuan.

Upaya tersebut pun berhasil mencegah potensi kerugian hingga miliaran rupiah.

Identitas ketiga WNA asal Thailand tersebut hingga kini belum diketahui karena keterbatasan komunikasi saat kejadian berlangsung.

Polisi Lakukan Penelusuran

Sementara itu, Kapolsek Pesanggaran, Maskur, mengaku pihaknya telah menerima informasi terkait dugaan percobaan penipuan tersebut.

Namun, hingga saat ini belum ada laporan resmi dari pihak korban.

“Belum ada laporan masuk, tapi kami sedang menelusuri informasi yang ada,” ujarnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat, termasuk wisatawan asing, agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan, terutama yang melibatkan transaksi dengan nilai besar dan dilakukan tanpa kejelasan identitas pihak penjual.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa praktik penipuan dengan modus unik, termasuk jual beli satwa seperti tokek, masih kerap terjadi dan menyasar siapa saja, termasuk warga negara asing. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Pesanggaran Banyuwangi #penipuan tokek Banyuwangi #WN Thailand #kasus penipuan #jual beli tokek