RADARBANYUWANGI.ID – Kebakaran melanda gudang pengolahan sabut kelapa di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin malam (13/4). Api diduga berasal dari putung rokok yang dibuang sembarangan di area gudang.
Kebakaran tersebut menghanguskan tumpukan sabut kelapa yang belum diolah hingga merembet ke bagian atap bangunan. Meski api sempat membesar, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga sekitar pukul 20.50 WIB. Tim dari Sektor Srono dan Genteng langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Petugas Damkarmat Sektor Srono, Heri Siswanto, mengatakan tim tiba di lokasi sekitar pukul 21.06 WIB. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pengamatan visual dari jarak aman guna menentukan strategi pemadaman.
Selanjutnya, petugas menggelar peralatan berupa dua selang berukuran 1,5 inci dan 2,5 inci yang dilengkapi nozzle, kemudian dihubungkan dengan unit suplai air dari Sektor Srono.
“Tim dari Sektor Genteng melakukan pencarian sumber air terdekat guna memenuhi kebutuhan suplai air selama proses pemadaman,” ujarnya.
Proses pemadaman difokuskan pada tumpukan sabut kelapa yang terbakar di bagian dalam. Petugas menyemprotkan air secara intensif sekaligus mengurai tumpukan sabut untuk mematikan bara api yang tersembunyi.
Langkah tersebut dilakukan karena material sabut kelapa mudah menyimpan bara api di bagian dalam, sehingga berpotensi memicu kebakaran kembali jika tidak ditangani secara menyeluruh.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB, atau kurang lebih satu jam sejak penanganan dilakukan,” terang Heri.
Berdasarkan keterangan saksi, Mahfud, 59, ia pertama kali melihat api muncul dari tumpukan sabut kelapa. Saat itu, ia sempat berupaya memadamkan api secara mandiri, namun api justru semakin membesar.
“Saat mencoba dipadamkan, api terus membesar. Pak Mahfud kemudian meminta bantuan warga sekitar hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Damkarmat,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu oleh putung rokok yang dibuang di sekitar lokasi. Bara api kemudian menyambar material sabut kelapa yang mudah terbakar, hingga api cepat membesar dan menjalar ke bagian atap gudang.
Pihak Damkarmat mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat berada di area yang terdapat bahan mudah terbakar. Puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat menjadi pemicu kebakaran yang berpotensi menimbulkan kerugian besar.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pelaku usaha maupun masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan kerja yang memiliki material rawan api seperti sabut kelapa. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin