Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perbaikan Longsor Gumitir Dimulai, Jalur Banyuwangi–Jember Berlaku Buka Tutup, Waspada Kepadatan

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 14 April 2026 | 08:30 WIB
DIKEBUT: Petugas mulai melakukan persiapan pekerjaan area longsor di kawasan jalan raya di Gunung Gumitir, Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, Senin (13/4). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
DIKEBUT: Petugas mulai melakukan persiapan pekerjaan area longsor di kawasan jalan raya di Gunung Gumitir, Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, Senin (13/4). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Proses perbaikan area longsor di jalur utama penghubung Banyuwangi–Jember, tepatnya di kawasan Gunung Gumitir, mulai dilaksanakan sejak Senin (13/4). Titik longsor berada di Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru.

Pada tahap awal, para pekerja fokus melakukan pembersihan material berbahaya, terutama batu-batu besar yang berpotensi jatuh ke jurang dan membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar.

Selain itu, sejak Minggu (12/4), berbagai material konstruksi seperti pasir dan batu juga mulai didatangkan ke lokasi longsor yang berada di KM 238. Material tersebut akan digunakan untuk memperbaiki plengsengan jalan yang ambrol akibat longsor.

Penilik Jalan Nasional III wilayah setempat, Arbani, menjelaskan bahwa langkah penanganan awal telah dilakukan segera setelah kejadian longsor.

“Setelah longsor, pekerja langsung turun untuk tindakan awal. Selain penutupan dengan terpal, juga dilakukan pemindahan batuan besar yang berpotensi jatuh,” ujarnya.

Meski demikian, Arbani menyebut bahwa proses perbaikan kali ini diperkirakan tidak akan sekompleks proyek preservasi jalan nasional di tikungan Mbah Singo yang sempat dikerjakan sebelumnya.

“Tidak sampai ada pengeboran. Kemungkinan hanya pasangan struktur saja, tetapi pengerjaan tetap akan dilakukan secara maksimal,” jelasnya.

Selama proses perbaikan berlangsung, sistem buka tutup arus lalu lintas diberlakukan di lokasi. Hal ini karena area pekerjaan memakan hampir separuh badan jalan, sehingga kendaraan harus bergantian melintas.

Arbani mengakui belum bisa memastikan kapan sistem buka tutup tersebut akan berakhir. Normalisasi lalu lintas akan dilakukan setelah seluruh pekerjaan selesai.

“Sampai pekerjaan selesai baru dibuka normal kembali. Sekarang area cukup padat karena banyak pekerja di lokasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kanitlantas Polsek Kalibaru, Aries Prasetyanto, mengungkapkan bahwa penerapan buka tutup arus lalu lintas kerap menyebabkan kepadatan kendaraan, terutama pada sore hari.

Menurutnya, jam tersebut merupakan waktu padat bagi kendaraan logistik yang melintasi jalur penghubung antarwilayah tersebut.

“Ada kepadatan, tapi tidak sampai macet panjang. Antreannya masih bisa diatur,” katanya.

Meski masih terkendali, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari melintas di jam-jam rawan kepadatan, terutama pada sore hari. Pengguna jalan disarankan memilih waktu perjalanan di pagi atau siang hari agar lebih lancar.

“Kalau bisa, hindari jam sore. Pagi atau siang relatif lebih lengang,” imbaunya.

Perbaikan jalur di kawasan Gunung Gumitir ini menjadi prioritas mengingat perannya sebagai akses vital penghubung antara Banyuwangi dan Jember. Diharapkan, proses perbaikan dapat segera rampung sehingga aktivitas transportasi dan distribusi logistik kembali normal. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#longsor Gumitir #jalur Banyuwangi Jember #perbaikan jalan longsor #buka tutup lalu lintas #gunung gumitir