RADARBANYUWANGI.ID – Peristiwa tak biasa dialami seorang remaja di Banyuwangi. Gara-gara cincin berbahan platinum tersangkut di jari manis, Ayu Pandan Utami (18), warga Dusun Krajan, Desa Gentengwetan, Kecamatan Genteng, terpaksa meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Ayu mendatangi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi (Damkarmat) untuk melepaskan cincin yang membuat jarinya membengkak akibat aliran darah yang tersendat.
Kejadian tersebut bermula saat Ayu iseng memasukkan jarinya ke dalam ring logam berbahan platinum pada Minggu sore (12/4) sekitar pukul 15.30. Namun setelah itu, ia kesulitan melepaskannya meski telah mencoba berbagai cara.
Upaya mandiri seperti menggunakan sabun hingga teknik sederhana lainnya tidak membuahkan hasil. Kondisi jari yang semakin membengkak membuat Ayu akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke petugas Damkarmat.
Petugas Damkarmat Sektor Genteng, Irfan Muhlisi, mengatakan bahwa laporan diterima pada sore hari. Namun, proses penanganan baru dilakukan pada malam hari setelah korban datang langsung ke kantor.
“Kami dapat laporan sore, namun penanganan baru bisa dilakukan sekitar pukul 20.00 saat korban datang ke kantor kami,” ujarnya.
Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan identifikasi kondisi jari korban serta memberikan penjelasan terkait prosedur dan risiko yang mungkin timbul dalam proses pelepasan cincin tersebut.
Menurut Irfan, satu-satunya cara untuk melepaskan ring logam tersebut adalah dengan memotongnya menggunakan alat khusus, mengingat cincin sudah terlalu ketat dan tidak bisa dilepas secara manual.
“Korban mengaku sudah mencoba berbagai cara, namun tidak bisa. Satu-satunya cara ring itu harus dipotong,” jelasnya.
Setelah mendapatkan persetujuan dari korban, petugas kemudian melakukan proses pemotongan menggunakan mini grinder atau gerinda kecil. Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit dengan penuh kehati-hatian.
Dalam proses tersebut, tim Damkarmat bekerja sama untuk meminimalkan risiko cedera. Salah satu petugas bertugas menyemprotkan air secara berkala guna mencegah panas akibat gesekan alat gerinda yang dapat melukai kulit korban.
“Kami bekerja sama, ada yang menyemprotkan air supaya tidak menimbulkan rasa panas akibat gesekan gerinda. Alhamdulillah berhasil dipotong tanpa menimbulkan luka pada jari pemilik,” ungkap Irfan.
Beruntung, proses evakuasi berjalan lancar dan cincin berhasil dilepas tanpa menyebabkan luka serius pada jari Ayu. Setelah kejadian tersebut, petugas juga memberikan edukasi kepada korban agar lebih berhati-hati.
Irfan mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan memasang benda asing pada bagian tubuh, terutama jika berpotensi mengganggu sirkulasi darah.
“Ini beruntung bisa dicopot. Tapi kalau kondisinya fatal, bisa berisiko pada kesehatan yang bersangkutan,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tindakan iseng sekalipun dapat berujung pada kondisi darurat jika tidak disertai kehati-hatian.
Respons cepat petugas Damkarmat pun kembali menunjukkan peran penting mereka tidak hanya dalam pemadaman kebakaran, tetapi juga dalam penanganan berbagai situasi penyelamatan lainnya di masyarakat. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin