Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pencarian Penggembala Sapi Hilang di Baluran Dihentikan, 7 Hari Tanpa Hasil di Medan Ekstrem

Moh Humaidi Hidayatullah • Minggu, 12 April 2026 | 10:31 WIB
MEDAN BERAT: Anggota BPBD Situbondo mencari keberadaan Suwardi, warga Desa Sumberwaru, yang hilang di kawasan hutan Baluran, Sabtu (9/4). (Humaidi/Radar Situbondo)
MEDAN BERAT: Anggota BPBD Situbondo mencari keberadaan Suwardi, warga Desa Sumberwaru, yang hilang di kawasan hutan Baluran, Sabtu (9/4). (Humaidi/Radar Situbondo)

RADARBANYUWANGI.ID – Upaya pencarian terhadap penggembala sapi yang hilang di kawasan Taman Nasional Baluran Situbondo resmi dihentikan. 

Keputusan ini diambil oleh tim gabungan setelah operasi pencarian berlangsung selama tujuh hari tanpa membuahkan hasil.

Korban diketahui bernama Suwardi (68), warga Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo.

Ia dilaporkan hilang sejak Sabtu (4/4/2026) saat mencari sapi peliharaannya yang tidak kembali ke kandang.

Pencarian Sesuai SOP Dihentikan Hari Ketujuh

Koordinator BPBD Situbondo, Puriyono, menjelaskan bahwa penghentian pencarian telah sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP).

“Karena sudah tujuh hari pencarian, sesuai SOP pencarian dihentikan. Keluarga korban juga sudah diberi pemahaman,” ujarnya, Sabtu (11/4).

Tim SAR gabungan pun secara resmi pamit kepada keluarga korban dan menyampaikan permohonan maaf karena belum berhasil menemukan Suwardi.

Medan Ekstrem Jadi Kendala Utama

Selama proses pencarian, tim SAR yang berjumlah lebih dari 50 personel menghadapi berbagai kendala di lapangan. Medan di kawasan hutan Baluran dikenal cukup ekstrem dan sulit dilalui.

Puriyono menjelaskan, tim harus menembus hutan rimbun dengan semak berduri, jalur berbatu cadas, hingga medan terjal berupa perbukitan dan jurang.

“Jalannya naik turun bukit, masuk jurang, serta penuh semak belukar berduri. Selain itu, komunikasi antar regu juga terkendala karena sinyal telepon sangat lemah,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat proses pencarian menjadi lebih lambat dan penuh risiko.

Tim Dibagi Dua Regu Penyisiran

Dalam upaya maksimal menemukan korban, tim SAR dibagi menjadi dua kelompok.

Regu pertama melakukan penyisiran dengan radius sekitar 300 hingga 500 meter dari titik terakhir keberadaan korban yang sempat terlihat warga.

Sementara itu, regu kedua bersama warga melakukan pencarian ke arah lereng Gunung Baluran yang masih berada dalam kawasan taman nasional.

Pihak keluarga korban juga turut melakukan pencarian secara mandiri di beberapa titik yang biasa dikunjungi Suwardi saat menggembala.

Kronologi Hilangnya Korban

Suwardi dilaporkan hilang setelah pergi ke kawasan hutan Baluran untuk mencari sapi miliknya.

Hingga malam hari, ia tidak kunjung kembali ke rumah, sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Sejak saat itu, operasi pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, relawan, serta masyarakat setempat.

Harapan Keluarga dan Evaluasi Ke Depan

Meski pencarian resmi dihentikan, pihak keluarga masih berharap Suwardi dapat ditemukan.

Tidak menutup kemungkinan pencarian akan dilanjutkan secara mandiri oleh keluarga dan warga sekitar.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan hutan, terutama bagi warga yang menggantungkan hidup dari peternakan dan aktivitas di alam terbuka.

Dengan kondisi geografis Baluran yang dikenal liar dan menantang, setiap aktivitas di dalamnya membutuhkan persiapan matang demi menghindari risiko yang tidak diinginkan. (hum/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#penggembala hilang Baluran #Suwardi hilang #bpbd situbondo #taman nasional baluran #pencarian dihentikan