Pilar Jembatan Tergerus Air, KAI Daop 5 Purwokerto Tutup Sementara Jalur Hulu Kereta Api Lintas Prupuk-Linggapura

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 11 April 2026 | 10:42 WIB
KAI Daop 5 Purwokerto menutup sementara jalur hulu Jembatan Prupuk-Linggapura akibat kerusakan pilar akibat debit air tinggi. (Antara)
KAI Daop 5 Purwokerto menutup sementara jalur hulu Jembatan Prupuk-Linggapura akibat kerusakan pilar akibat debit air tinggi. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto mengambil langkah preventif dengan menutup sementara jalur hulu pada Jembatan Rel Ganda Bangunan Hikmat (BH) Nomor 1109 yang terletak di antara Stasiun Prupuk dan Stasiun Linggapura. Penutupan yang dilakukan pada Jumat (10/4/2026) ini merupakan respons cepat guna memastikan keamanan perjalanan menyusul adanya kerusakan struktur pada jembatan tersebut.

Kerusakan terdeteksi pada bagian hidraulika jembatan, yang meliputi area drempel (ambang dasar), pilar, serta talut. Kondisi ini dipicu oleh terjangan debit air sungai yang meningkat drastis akibat curah hujan berintensitas tinggi di wilayah tersebut.

Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa pihaknya telah memasang tanda pengamanan khusus untuk mencegah terjadinya insiden di lokasi terdampak.

“Saat ini kami memberlakukan Semboyan 3 pada jalur hulu, yang berarti jalur di depan tidak aman atau terdapat potensi bahaya sehingga kereta api wajib berhenti sebelum melintasi lokasi,” ujar As’ad dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026) sore, dikutip Antara.

Untuk menjaga kelancaran mobilitas, KAI memberlakukan skema perjalanan bergantian melalui jalur hilir. Jalur tersebut dipastikan tetap aman dan dapat dilintasi oleh rangkaian kereta api tanpa adanya pembatasan kecepatan, namun tetap di bawah pengawasan ketat petugas lapangan.

Sebagai langkah perbaikan permanen, KAI Daop 5 tengah melakukan pekerjaan proteksi menggunakan steel sheet pile atau turap baja. Pengerjaan ini dilakukan secara bertahap dengan sangat memperhatikan kondisi alam, terutama menunggu saat debit air sungai mulai menyurut.

KAI menegaskan bahwa pemantauan intensif terus dilakukan selama 24 jam di lokasi kejadian. Pembatasan jalur hulu ini akan dicabut segera setelah struktur jembatan dinyatakan stabil dan cuaca kembali kondusif.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, termasuk potensi keterlambatan perjalanan. Namun demikian, keselamatan perjalanan kereta api dan pelanggan tetap menjadi prioritas utama,” pungkas As’ad.

Masyarakat dan calon penumpang diimbau untuk memantau informasi terkini melalui kanal resmi KAI terkait jadwal keberangkatan guna mengantisipasi dampak dari rekayasa jalur ini.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
prupuk linggapura KAI Daop 5 Purwokerto Kereta Api