RADARBANYUWANGI.ID – Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Sabtu pagi (11/4) setelah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar pada Jumat malam (10/4).
Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Tulungagung itu menandai dimulainya pemeriksaan intensif oleh tim penyidik lembaga antirasuah.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa Gatut Sunu langsung dibawa ke Jakarta beberapa jam setelah operasi senyap dilakukan di Jawa Timur.
“Pagi ini (Sabtu), tim membawa Bupati Tulungagung ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Budi Prasetyo.
Menurut dia, Gatut tiba di Gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 06.50 WIB.
“Bupati tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 06.50 WIB dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif,” lanjutnya.
Pemeriksaan ini menjadi penentu status hukum Gatut Sunu dalam batas waktu 1x24 jam sejak OTT dilakukan.
Pihak Lain Masih Diperiksa di Mapolresta Tulungagung
Selain Gatut Sunu, sejumlah pihak lain juga turut diamankan dalam operasi tersebut.
Namun, hingga Sabtu pagi, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap para pihak lain di wilayah Tulungagung.
“Sedangkan untuk pihak-pihak lainnya yang terjaring OTT bersama Gatut Sunu, saat ini KPK masih melakukan pemeriksaan di Mapolresta Tulungagung,” ujar Budi.
KPK belum merinci jumlah total pihak yang masih diperiksa maupun peran masing-masing dalam perkara yang tengah didalami.
Belum ada informasi resmi mengenai dugaan tindak pidana korupsi yang menjadi dasar operasi tangkap tangan tersebut.
Publik kini menunggu konferensi pers resmi KPK untuk mengetahui:
-
konstruksi perkara
-
kronologi OTT
-
barang bukti yang diamankan
-
jumlah tersangka yang ditetapkan
KPK Kembali Sasar Kepala Daerah di Jawa Timur
Penangkapan Gatut Sunu menambah daftar kepala daerah di Jawa Timur yang tersandung kasus hukum dan terjaring operasi senyap KPK.
Sebelumnya, lembaga antirasuah juga telah menangkap sejumlah kepala daerah lain pada awal tahun ini.
Beberapa di antaranya berasal dari wilayah Jawa Timur, termasuk Bupati Ponorogo dan Wali Kota Madiun.
Rangkaian OTT tersebut memperlihatkan bahwa pengawasan terhadap tata kelola pemerintahan daerah masih menjadi fokus utama KPK, terutama terkait penggunaan anggaran daerah, proyek pembangunan, hingga perizinan.
Profil Gatut Sunu Wibowo
Gatut Sunu Wibowo terpilih sebagai Bupati Tulungagung dalam Pilkada 2024.
Sebelum memenangkan kontestasi politik tersebut, ia dikenal sebagai figur yang cukup berpengalaman di pemerintahan daerah.
Gatut pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung periode 2019–2023.
Selain kiprahnya di dunia politik, ia juga dikenal sebagai seorang pengusaha toko bangunan dengan jaringan usaha yang cukup luas.
Karier politiknya juga sempat menjadi perhatian publik karena perpindahan partai.
Sebelumnya, Gatut merupakan kader PDI Perjuangan (PDIP).
Namun menjelang Pilkada 2024, ia keluar dari partai tersebut dan bergabung dengan Partai Gerindra.
Langkah politik itu menjadi salah satu momentum penting yang mengantarkannya menuju kursi bupati.
Sorotan Publik Tertuju pada Status Hukum
Kasus yang menjerat Gatut Sunu dipastikan menjadi sorotan publik, terutama warga Tulungagung dan masyarakat Jawa Timur.
Penetapan status hukum oleh KPK diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat setelah proses pemeriksaan awal selesai.
Jika ditemukan bukti permulaan yang cukup, KPK berpeluang menetapkan tersangka dan mengungkap dugaan perkara secara resmi.
Kasus ini juga berpotensi menjadi perhatian nasional mengingat tren penindakan kepala daerah yang kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir. (*)
Editor : Ali Sodiqin