RADARBANYUWANGI.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jawa Timur. Kali ini, operasi senyap tersebut menyasar Kabupaten Tulungagung. Dalam giat yang berlangsung pada Jumat (10/4/2026), tim antirasuah mengamankan 16 orang, termasuk Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
Kabar penangkapan orang nomor satu di Tulungagung itu dibenarkan langsung oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.
“Ya (Bupati Tulungagung),” ujar Fitroh saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2026).
Penangkapan tersebut sontak menjadi perhatian publik, mengingat Gatut Sunu Wibowo baru menjabat sebagai Bupati Tulungagung untuk periode 2025–2030.
Sesuai prosedur hukum, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.
Baca Juga: Bupati Tulungagung Gatut Sunu Tiba di Gedung KPK Usai OTT, Langsung Diperiksa Intensif di Jakarta
Juru Bicara KPK: 16 Orang Diamankan
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan jumlah pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.
“Tim mengamankan sejumlah 16 orang, salah satunya Bupati Tulungagung,” kata Budi Prasetyo dalam keterangannya.
Namun demikian, hingga Jumat malam, pihak KPK masih belum mengungkap secara rinci identitas seluruh pihak yang diamankan maupun perkara yang sedang diselidiki.
Budi menyebut tim penyidik masih terus bekerja di lapangan untuk mendalami kasus tersebut.
“Saat ini tim masih di lapangan. Kami akan update terus perkembangannya,” ujarnya.
Belum diketahui apakah OTT tersebut berkaitan dengan dugaan suap proyek, pengadaan barang dan jasa, perizinan, atau perkara lain yang menyangkut penyelenggara negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.
KPK Masih Dalami Dugaan Kasus Korupsi
Seperti pola OTT sebelumnya, tim KPK biasanya bergerak setelah memperoleh informasi awal dan bukti permulaan yang cukup terkait dugaan tindak pidana korupsi.
Operasi senyap dilakukan secara tertutup dan melibatkan pemantauan intensif sebelum penangkapan dilakukan.
Publik kini menunggu pengumuman resmi dari KPK mengenai:
-
status hukum 16 orang yang diamankan
-
barang bukti yang disita
-
konstruksi perkara
-
pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka
Biasanya, hasil OTT akan diumumkan melalui konferensi pers resmi di Gedung Merah Putih KPK setelah pemeriksaan awal selesai.
Profil Gatut Sunu Wibowo
Gatut Sunu Wibowo lahir pada 17 Desember 1967. Ia merupakan Bupati Tulungagung yang menjabat untuk masa bakti 2025–2030.
Gatut resmi dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto setelah memenangkan Pilkada Tulungagung 2024.
Dalam kontestasi politik tersebut, Gatut berpasangan dengan politikus Partai Gerindra Ahmad Baharudin.
Pasangan ini berhasil unggul dengan perolehan 297.882 suara atau 50,72 persen dari total suara sah.
Kemenangan tersebut mengantarkan Gatut menjadi pemimpin baru Tulungagung setelah sebelumnya memiliki pengalaman di pemerintahan daerah.
Pernah Menjabat Wakil Bupati
Sebelum menjabat sebagai bupati, Gatut Sunu Wibowo lebih dulu dikenal sebagai Wakil Bupati Tulungagung.
Ia menjabat pada periode 2 November 2021 hingga 24 September 2023, mendampingi Bupati Maryoto Birowo.
Pengalaman tersebut membuat namanya cukup dikenal di kalangan masyarakat Tulungagung, terutama dalam urusan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Latar Belakang Pengusaha
Selain kiprahnya di dunia politik, Gatut juga dikenal sebagai seorang pengusaha.
Ia memiliki usaha toko bangunan dengan jaringan bisnis yang tersebar di wilayah Tulungagung dan Trenggalek.
Latar belakang sebagai pengusaha menjadi salah satu modal politik yang menguatkan posisinya saat maju dalam Pilkada 2024.
Namun, OTT yang dilakukan KPK kini menimbulkan tanda tanya besar terkait dugaan penyalahgunaan wewenang selama masa kepemimpinannya.
Publik Menanti Penetapan Status Hukum
Kasus OTT yang menjerat kepala daerah selalu menjadi sorotan, terlebih ketika menyangkut pemimpin yang baru menjabat.
Masyarakat kini menanti hasil pemeriksaan KPK dalam waktu 1x24 jam, termasuk kemungkinan penetapan tersangka terhadap Bupati Tulungagung maupun pihak lain yang turut diamankan.
Perkembangan kasus ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian, khususnya bagi warga Jawa Timur dan masyarakat Tulungagung. (*)
Editor : Ali Sodiqin