RADARBANYUWANGI.ID - Kecelakaan tunggal terjadi di kawasan traffic light Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Jumat dini hari (10/4).
Sebuah truk gandeng Mitsubishi bernomor polisi P 8480 UW mengalami kecelakaan setelah sopir berusaha menghindari seorang anak kecil yang tiba-tiba menyeberang jalan.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 01.20 WIB itu mengakibatkan kendaraan menghantam pembatas jalan hingga as roda belakang truk patah.
Peristiwa tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur utama kota. Kawasan Penataban memang menjadi salah satu titik lalu lintas padat di Banyuwangi.
Kronologi Kecelakaan
Truk tersebut dikemudikan ES alias Edy (43), warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi.
Menurut keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Tri Pepri Alfian, kecelakaan bermula saat truk melaju dari arah utara menuju selatan.
Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi mendapati seorang anak kecil menyeberang secara mendadak di depan kendaraan.
“Pengemudi kaget karena ada anak yang menyeberang tiba-tiba, lalu langsung membanting setir ke kanan untuk menghindar,” ujarnya.
Akibat manuver spontan tersebut, bagian depan truk menabrak pembatas jalan yang berada di tengah ruas jalan.
Benturan keras menyebabkan kendaraan melintang dan roda belakang mengalami kerusakan cukup parah.
Tidak Ada Korban Jiwa
Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Petugas memastikan kecelakaan hanya menyebabkan kerusakan material pada kendaraan dan fasilitas jalan.
Estimasi kerugian akibat kecelakaan ini mencapai sekitar Rp10 juta.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka. Kerusakan ada pada kendaraan dan pembatas jalan,” tambah Pepri.
Sopir Akui Sempat Membalas WhatsApp
Sopir truk, Edy, menjelaskan bahwa dirinya sedang mengangkut muatan pupuk dari kawasan Ketapang menuju Jember.
Ia berangkat sekitar pukul 00.30 WIB.
Karena kondisi lalu lintas dini hari relatif sepi, laju kendaraan sempat dipercepat.
“Saya berangkat dari Ketapang bawa pupuk ke Jember. Jalan sepi jadi kendaraan agak saya percepat,” katanya.
Edy mengaku terkejut saat tiba-tiba melihat seorang anak menyeberang di depan kendaraan.
Refleks, dirinya langsung membanting setir ke kanan.
Ia juga membantah jika kecelakaan terjadi karena mengantuk.
Namun, Edy mengaku sempat membalas pesan WhatsApp dari rekannya sekitar 15 menit sebelum kecelakaan terjadi.
“Sebelumnya saya sempat membalas pesan WhatsApp teman, lalu sekitar 15 menit setelah itu terjadi kecelakaan,” ujarnya.
Polisi Ingatkan Fokus Berkendara
Petugas kepolisian menduga kecelakaan dipicu reaksi spontan pengemudi saat menghindari pejalan kaki.
Selain itu, pengakuan sopir yang sempat menggunakan ponsel sebelum kejadian juga menjadi perhatian.
Polisi mengimbau seluruh pengemudi, terutama kendaraan berat, untuk tetap fokus saat berkendara dan tidak menggunakan ponsel di jalan.
Kecelakaan kendaraan berat di wilayah Banyuwangi beberapa kali terjadi dalam beberapa bulan terakhir, termasuk di jalur Penataban dan Gajah Mada.
Arus lalu lintas di lokasi sempat tersendat, namun kembali normal setelah proses evakuasi kendaraan selesai dilakukan. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin