RADARBANYUWANGI.ID – Kebakaran melanda dapur usaha kuliner Soto Ayam Barokah H. Niti di Jalan Sritanjung, Kelurahan Temenggungan, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (9/4) sore.
Insiden tersebut diduga dipicu kebocoran tabung gas LPG 3 kilogram dan menyebabkan dua karyawan mengalami luka ringan.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.48 WIB. Warga yang mengetahui kejadian itu segera melaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi.
Laporan diterima petugas sekitar enam menit kemudian, dan tim langsung bergerak menuju lokasi.
Petugas Damkarmat tiba dalam waktu singkat dan langsung melakukan penanganan.
Berkat respons cepat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.10 WIB, sehingga tidak sempat merembet ke bagian bangunan lainnya.
Kepala Damkarmat Banyuwangi, Edy Supriyono, menjelaskan bahwa kebakaran bermula saat proses penggantian tabung LPG di dapur.
“Berdasarkan keterangan saksi, saat itu karyawan sedang memasak menggunakan dua kompor. Ketika salah satu tabung habis dan diganti, diduga terjadi kebocoran. Api dari kompor langsung menyambar tabung yang baru dipasang dan membesar,” ujarnya.
Api yang sempat membesar di area dapur dengan ukuran sekitar 4 x 5 meter itu langsung ditangani petugas menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk mencegah penyebaran lebih luas, terutama karena masih terdapat potensi kebocoran gas.
Selanjutnya, tim menggelar selang pemadam dan melakukan penyemprotan untuk memadamkan sisa api serta bara yang masih menyala.
Petugas juga mendobrak pintu belakang dapur guna mengurangi kepulan asap dan panas yang terperangkap di dalam ruangan.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan proses pendinginan serta pemeriksaan menyeluruh di lokasi kejadian.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan.
“Tim juga melakukan pengecekan struktur bangunan serta investigasi awal guna memastikan penyebab kebakaran dan potensi bahaya lanjutan,” tambah Edy.
Dalam proses penanganan tersebut, Damkarmat Banyuwangi menerjunkan 10 personel dengan dukungan empat unit mobil pemadam kebakaran.
Selain itu, unsur kepolisian dari Polsek Kota Banyuwangi serta warga sekitar turut membantu pengamanan dan penanganan di lokasi kejadian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, dua karyawan mengalami luka ringan di bagian wajah akibat paparan api saat kejadian berlangsung.
Sementara itu, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta. Kerusakan meliputi peralatan dapur, instalasi listrik, serta sejumlah bahan baku masakan yang terbakar.
Edy mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha kuliner, untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan tabung LPG, terutama saat proses pemasangan atau penggantian.
“Kami mengingatkan agar selalu memastikan kondisi tabung, regulator, dan selang dalam keadaan baik sebelum digunakan. Jika tercium bau gas, segera lakukan pengecekan dan jangan menyalakan api,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan peralatan berbahan bakar gas, terutama di lingkungan usaha yang memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran. (ray)
Editor : Ali Sodiqin