RADARBANYUWANGI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi memprediksi awal musim kemarau tahun 2026 di Kabupaten Banyuwangi akan berlangsung secara bertahap mulai pertengahan April hingga Juni.
Prediksi tersebut disampaikan berdasarkan hasil pengamatan dan analisis prakirawan BMKG Banyuwangi pada Rabu (8/4).
Prakirawan BMKG Banyuwangi, Yustoto Windiarto, menjelaskan bahwa pada awal April wilayah Banyuwangi masih berada dalam fase musim hujan.
Karena itu, potensi turunnya hujan masih cukup tinggi, terutama pada dasarian I April atau periode 1–10 April.
“Pada awal April wilayah Banyuwangi masih berada pada masa musim hujan, sehingga potensi hujan masih terjadi hingga dasarian I,” katanya.
Menurut Yustoto, memasuki dasarian II April (11–20 April), sebagian besar wilayah Banyuwangi mulai memasuki masa transisi menuju musim kemarau.
Pada periode tersebut, sejumlah kecamatan diperkirakan mulai mengalami awal musim kemarau lebih cepat dibanding wilayah lain.
Wilayah yang diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada pertengahan April meliputi Bangorejo, Banyuwangi Kota, Blimbingsari, Cluring, Gambiran, Giri, Glagah, Kabat, Muncar, Pesanggaran, Purwoharjo, Rogojampi, Siliragung, Singojuruh, Srono, Tegaldlimo, dan Tegalsari.
“Wilayah yang diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada periode ini meliputi sejumlah kecamatan di wilayah tengah hingga selatan Banyuwangi,” paparnya.
Sementara itu, wilayah Kecamatan Kalipuro diprediksi baru mulai memasuki awal musim kemarau pada dasarian III April (21–30 April).
Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan pola musim antarwilayah di Banyuwangi.
“Untuk Kalipuro, awal musim kemarau diperkirakan terjadi pada dasarian III April,” ungkapnya.
Sedangkan untuk kawasan utara seperti Kecamatan Wongsorejo, musim kemarau diperkirakan baru mulai terjadi pada dasarian II Mei atau sekitar 11–20 Mei.
Wilayah ini memang dikenal memiliki karakter cuaca yang sedikit berbeda dibanding kawasan tengah dan selatan Banyuwangi.
Sementara sejumlah kecamatan lain di wilayah barat dan pegunungan diprediksi mengalami awal musim kemarau lebih lambat.
Wilayah seperti Genteng, Glenmore, Kalibaru, Licin, Sempu, dan Songgon diperkirakan baru memasuki musim kemarau pada dasarian II Juni (11–20 Juni).
“Secara umum, awal musim kemarau di Banyuwangi tahun 2026 diprediksi bervariasi, dimulai dari April hingga Juni, dengan sebagian besar wilayah memasuki kemarau lebih awal pada April,” terangnya.
BMKG juga mengingatkan bahwa masa peralihan musim atau pancaroba masih berpotensi memunculkan cuaca ekstrem.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi, terutama pada siang hingga sore menjelang malam.
Kondisi cuaca yang berubah cepat ini perlu menjadi perhatian masyarakat.
Terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan serta sektor-sektor yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.
“Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang masih dinamis, khususnya bagi sektor pertanian, perikanan, dan aktivitas luar ruangan,” imbaunya.
Peringatan tersebut penting mengingat perubahan pola cuaca dapat berdampak langsung pada aktivitas petani, nelayan, hingga pengguna jalan.
BMKG mengimbau masyarakat terus memantau pembaruan prakiraan cuaca agar dapat mengantisipasi potensi hujan deras, angin kencang, maupun petir selama masa transisi menuju kemarau. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin