RADARBANYUWANGI.ID - Keberangkatan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, Jawa Timur, dipastikan kembali berjalan normal dan tepat waktu setelah insiden anjloknya KA Bangunkarta di Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Senin (6/4/2026).
Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan bahwa jalur hulu dan hilir yang sempat terdampak kini telah pulih sepenuhnya dan dapat dilalui dengan kecepatan operasional yang diizinkan.
“Pemulihan jalur telah selesai, sehingga berdampak positif pada keberangkatan kereta di wilayah Daop 9 Jember yang kini kembali sesuai jadwal,” ujarnya, Selasa (7/4/2026), dikutip Antara.
Cahyo menegaskan bahwa fokus utama KAI adalah memastikan seluruh jalur aman dilalui sehingga operasional kereta dapat kembali berjalan normal. Setelah proses evakuasi rangkaian KA Bangunkarta, petugas dari unit jalan rel dan jembatan langsung melakukan penguatan konstruksi rel.
Langkah tersebut dilakukan guna menjamin keselamatan perjalanan kereta api serta menjaga keandalan layanan di seluruh lintas operasional.
“Kami memastikan seluruh keberangkatan kereta api hari ini berjalan lancar dan tepat waktu. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga keandalan operasional,” katanya.
Lebih lanjut, KAI memastikan seluruh perjalanan kereta tetap menggunakan jalur normal tanpa adanya pengalihan rute. Hal ini memberikan kepastian bagi penumpang bahwa perjalanan berlangsung sesuai jadwal dan lintasan yang telah ditentukan.
“Seluruh perjalanan tetap pada lintas normal, tanpa rute memutar. Penumpang tidak perlu khawatir dan kami akan terus memberikan pembaruan informasi,” ujar Cahyo.
Meski operasional kini telah normal, KAI mencatat adanya keterlambatan kedatangan sejumlah kereta saat proses pemulihan jalur berlangsung. Di antaranya KA Wijayakusuma tiba di Stasiun Ketapang pukul 07.30 WIB (terlambat 112 menit), dan KA Blambangan Ekspres tiba pukul 07.05 WIB (terlambat 144 menit).
Keterlambatan tersebut merupakan dampak langsung dari penanganan insiden anjloknya KA Bangunkarta di wilayah Bumiayu.
KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi. Perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, KAI terus berupaya meningkatkan aspek keselamatan dan pelayanan.
“Kami akan terus melakukan inovasi dan peningkatan dalam aspek keselamatan dan keamanan perjalanan. Hal itu menjadi prioritas utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Cahyo.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara