Dampak Anjloknya Kereta Api Bangunkarta, KAI Daop 3 Cirebon Batalkan 7 Perjalanan dan Alihkan 27 Rute

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 08:29 WIB
KA Bangunkarta relasi Jombang-Pasarsenen anjlok di Emplasemen Bumiayu pada Senin (6/4/2026). (X/@@oysteinvolcano)
KA Bangunkarta relasi Jombang-Pasarsenen anjlok di Emplasemen Bumiayu pada Senin (6/4/2026). (X/@@oysteinvolcano)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon memastikan pengembalian dana penuh (refund) bagi seluruh pelanggan yang terdampak insiden anjloknya KA Bangunkarta di Stasiun Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah.

Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyampaikan bahwa kebijakan ini berlaku untuk seluruh pembatalan tiket yang terjadi akibat gangguan perjalanan pada 6 hingga 7 April 2026. Selama periode tersebut, KAI telah memproses pembatalan sebanyak 273 tiket pelanggan.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa insiden ini berdampak besar terhadap rencana perjalanan banyak pelanggan,” ujar Muhibbuddin, Selasa (7/4/2026), dikutip Antara.

Ia menjelaskan bahwa pelanggan dapat mengajukan pengembalian dana di stasiun hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket. Selain refund penuh, KAI juga memberikan kompensasi tambahan berupa service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan.

Namun demikian, Muhibbuddin mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan di lapangan, termasuk antrean panjang saat proses pengajuan refund. “Namun, dalam pelaksanaan berbagai upaya tersebut, kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan,” katanya.

Insiden anjloknya KA Bangunkarta tersebut berdampak luas terhadap operasional perjalanan kereta api. Tercatat sebanyak tujuh perjalanan kereta dibatalkan, sementara 27 perjalanan lainnya harus dialihkan melalui jalur memutar via Semarang.

Dalam proses penanganan, KAI mengerahkan personel teknis dan manajemen selama 11 jam untuk melakukan evakuasi rangkaian kereta serta perbaikan jalur rel yang terdampak. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan selesainya perbaikan jalur pada Selasa pukul 04.08 WIB.

“Evakuasi dan perbaikan jalur selesai sehingga rel di emplasemen Bumiayu kembali dapat dilalui pada Selasa pukul 04.08 WIB,” ujar Muhibbuddin.

Meski jalur telah kembali beroperasi, KAI masih memberlakukan pembatasan kecepatan sebagai langkah antisipatif untuk menjamin keselamatan perjalanan. Saat ini, kecepatan kereta dibatasi hingga 20 kilometer per jam dan akan ditingkatkan secara bertahap hingga kembali normal.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berterima kasih atas kesabaran pelanggan,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
daop 3 cirebon bangunkarta KAI Kereta Api