RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya memastikan bahwa seluruh keberangkatan kereta api (KA) pada Selasa (7/4/2026) pagi berjalan normal sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa operasional keberangkatan dari sejumlah stasiun utama seperti Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, dan Malang tetap berlangsung tepat waktu.
“Seluruh perjalanan KA yang berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 8 diberangkatkan tepat waktu dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan kepada pelanggan,” ujar Mahendro.
Meski keberangkatan berjalan lancar, perjalanan KA yang menuju wilayah Daop 8 Surabaya mengalami penyesuaian waktu tempuh. Hal ini merupakan dampak dari insiden yang melibatkan KA Bangunkarta relasi Jombang–Pasarsenen di emplasemen Stasiun Bumiayu.
Insiden tersebut memaksa dilakukan rekayasa pola operasi, yakni pengalihan rute perjalanan melalui jalur alternatif. Dampaknya, waktu tempuh sejumlah kereta menjadi lebih panjang dari jadwal normal.
“Rata-rata keterlambatan perjalanan KA yang menuju wilayah Daop 8 berkisar antara 43 menit hingga 316 menit, tergantung pada lintas operasional dan antrean perjalanan KA di jalur alternatif,” jelas Mahendro.
Berikut sejumlah kereta api yang mengalami penambahan waktu tempuh:
- KA Gayabaru Malam Selatan (Pasarsenen–Surabaya Gubeng): terlambat 316 menit
- KA Bima (Gambir–Surabaya Gubeng): terlambat 127 menit
- KA Jayakarta (Pasarsenen–Surabaya Gubeng): terlambat 43 menit
- KA Brawijaya (Gambir–Malang): terlambat 168 menit
- KA Majapahit (Pasarsenen–Malang): terlambat 152 menit
- KA Gajayana (Gambir–Malang): terlambat 124 menit
KAI menegaskan bahwa seluruh langkah penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang. Koordinasi lintas unit serta dengan pihak terkait terus dilakukan guna mempercepat normalisasi jalur.
“KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Kami juga mengapresiasi kesabaran dan pengertian pelanggan selama proses penanganan berlangsung,” pungkas Mahendro.
Editor : Lugas Rumpakaadi