RADARBANYUWANGI.ID – Program penghematan energi dan bahan bakar minyak (BBM) yang digalakkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai menunjukkan hasil nyata.
Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) kini beralih menggunakan sepeda pancal sebagai moda transportasi menuju kantor.
Pemandangan tersebut terlihat di berbagai kantor dinas pada Senin (6/4).
Deretan sepeda tampak terparkir di halaman kantor, menggantikan sebagian kendaraan bermotor yang biasanya mendominasi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya efisiensi energi sekaligus mendorong pola hidup sehat di kalangan ASN.
Namun, ada pemandangan yang cukup mencuri perhatian di Kantor Kelurahan Penganjuran.
Di antara kendaraan modern, berdiri sebuah sepeda ontel tua dengan nuansa klasik yang mencolok.
Sepeda tersebut milik Lurah Penganjuran, Yuda Teguh Siswanto, yang memilih tampil berbeda dengan menggunakan kendaraan lawas untuk berangkat kerja.
Senin pagi (6/4), ia mengayuh sepeda ontel miliknya dari rumah menuju kantor, menempuh jarak sekitar satu kilometer.
“Memang sebelum adanya gerakan hemat energi dan BBM ini, saya sudah beberapa kali bersepeda ke kantor,” ujarnya.
Yuda mengaku memiliki ketertarikan pada barang-barang klasik. Selain sepeda ontel, ia juga mengoleksi kendaraan lawas lainnya, termasuk vespa keluaran lama.
Sepeda ontel yang digunakannya bukan sekadar koleksi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana transportasi sehari-hari.
“Kalau jarak dekat seperti ke kantor, saya lebih memilih menggunakan sepeda ontel,” tambahnya.
Bagi Yuda, aktivitas bersepeda sudah menjadi bagian dari keseharian. Ia juga aktif mengikuti kegiatan gowes bersama komunitas, termasuk dalam organisasi Asosiasi Lurah Indonesia (ASLI) Banyuwangi, di mana ia menjabat sebagai ketua.
Namun, untuk perjalanan jarak jauh, ia mengaku tetap menggunakan sepeda modern agar lebih nyaman dan efisien.
“Kalau jarak jauh tentu menggunakan sepeda yang lebih modern. Kalau ontel cukup untuk jarak dekat seperti ke kantor,” ujarnya sambil tersenyum.
Langkah yang dilakukan Yuda dan ASN lainnya sejalan dengan kebijakan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang mendorong penghematan energi sekaligus peningkatan kesehatan pegawai.
Ipuk mengajak ASN untuk mulai membiasakan penggunaan transportasi ramah lingkungan, terutama bagi mereka yang memiliki jarak tempuh dekat ke tempat kerja.
“Saya mengajak semua ASN mulai membiasakan naik sepeda atau jalan kaki, bagi yang rumahnya dekat. Bahkan ada juga yang memanfaatkan momen ini untuk lari,” ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan ini penting terutama bagi ASN yang sehari-hari bekerja di belakang meja dan cenderung kurang bergerak.
Selain hemat energi, aktivitas fisik juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan.
Meski demikian, Ipuk menegaskan bahwa program efisiensi energi tidak boleh mengganggu kualitas pelayanan publik. ASN tetap dituntut menjaga kinerja dan responsivitas dalam melayani masyarakat.
“Efisiensi BBM harus tetap berjalan beriringan dengan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.
Dengan semakin banyaknya ASN yang beralih ke sepeda, diharapkan gerakan ini tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi berkembang menjadi budaya kerja baru yang lebih sehat, hemat energi, dan ramah lingkungan di Banyuwangi. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin