RADARBANYUWANGI.ID - Perjalanan kereta api lintas selatan Jawa mengalami gangguan serius pada Senin (6/4/2026) siang.
Kereta Api (161) Bangunkarta relasi Jombang-Pasarsenen dilaporkan mengalami anjlok saat melintas di Emplasemen Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sekitar pukul 14.15 WIB.
Insiden ini pertama kali ramai diperbincangkan di media sosial setelah beberapa akun mengunggah visual kondisi kereta di lokasi kejadian.
Menanggapi situasi tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto segera memberikan konfirmasi resmi mengenai titik koordinat dan dampak operasional yang ditimbulkan.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa terdapat tiga kereta dalam rangkaian KA Bangunkarta yang keluar dari jalur.
Lokasi spesifik insiden berada di KM 312+1, tepatnya pada wesel 21A dan 21B.
Akibat peristiwa ini, jalur perlintasan di lokasi kejadian, baik jalur hulu maupun jalur hilir, untuk sementara waktu tidak dapat dilalui oleh kereta api lainnya.
Pihak KAI saat ini tengah memfokuskan seluruh kekuatan personel untuk melakukan normalisasi jalur agar jadwal perjalanan lainnya tidak terganggu lebih lama.
Dalam keterangan resminya, pihak manajemen menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada para penumpang yang terdampak langsung oleh insiden ini.
"PT KAI Daop 5 Purwokerto menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan, khususnya penumpang KA (161) Bangunkarta relasi Jombang-Pasarsenen, yang perjalanannya terganggu akibat anjlokan 3 kereta di Emplasemen Bumiayu," ujar As’ad.
Ia juga menambahkan bahwa tim teknis sudah berada di lapangan untuk melakukan evakuasi.
"Petugas bersama tim terkait saat ini telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan di jalur lintasan tersebut dan melakukan evakuasi terhadap KA Bangunkarta," jelasnya lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, prioritas utama KAI adalah mengevakuasi rangkaian kereta yang anjlok dan memastikan keamanan infrastruktur sebelum jalur kembali dibuka.
Koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait guna mempercepat proses pemulihan tanpa mengesampingkan standar keselamatan perjalanan kereta api.
Pihak KAI berjanji akan terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan penanganan di lapangan serta skema pengaturan perjalanan kereta api yang terdampak selama proses evakuasi berlangsung.
Editor : Lugas Rumpakaadi