Lansia Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah di Jajag Gambiran, Diduga Depresi Akibat Penyakit Menahun

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 07:00 WIB
OLAH TKP: Petugas gabungan Kecamatan Gambiran sedang melakukan pemeriksaan di rumah lansia yang ditemukan meninggal dunia di dapur, Minggu (5/4). (Suyanto for Radar Banyuwangi)
OLAH TKP: Petugas gabungan Kecamatan Gambiran sedang melakukan pemeriksaan di rumah lansia yang ditemukan meninggal dunia di dapur, Minggu (5/4). (Suyanto for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Warga Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, digemparkan dengan penemuan seorang perempuan lanjut usia berinisial S, 60, yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Minggu (5/4) pagi.

Korban ditemukan dalam kondisi tidak wajar di area dapur rumahnya. Dugaan sementara, korban meninggal akibat tekanan psikologis yang dipicu penyakit akut yang telah lama dideritanya.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan pemeriksaan awal.

Kapolsek Gambiran, AKP Dwi Wijayanto, menjelaskan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh anak korban yang tinggal serumah.

Menurut dia, sekitar pukul 05.30, suami korban berangkat bekerja dan saat itu korban masih berada di dalam kamar.

“Pada saat suaminya berangkat kerja, korban masih tertidur di kamar,” ujarnya.

Sekitar pukul 07.00, anak korban terbangun dan hendak menuju kamar mandi. Namun, saat melintas di area dapur, ia dikejutkan dengan kondisi ibunya yang sudah meninggal dunia.

“Anak korban melihat ibunya sudah meninggal dunia di area dapur rumah,” katanya.

Mengetahui kejadian tersebut, anak korban segera memberi tahu keluarga yang tinggal di rumah sebelah.

Setelah itu, keluarga bersama warga setempat melakukan evakuasi awal dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa serta pihak kepolisian.

“Setelah memberitahu keluarganya, kejadian itu kemudian dilaporkan ke pemerintah setempat dan diteruskan ke Polsek Gambiran,” terangnya.

Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polsek Gambiran bersama tim medis dari Puskesmas Jajag dan aparat desa langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya indikasi tindak kekerasan atau unsur kriminal.

“Diduga korban meninggal dunia murni akibat tindakan yang dilakukan sendiri. Dari pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda kekerasan lain pada tubuh korban,” ujarnya.

Untuk memastikan penyebab kematian secara medis, petugas sebenarnya menyarankan dilakukan autopsi.

Namun, pihak keluarga memilih menolak dan telah membuat pernyataan tertulis bahwa mereka menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan takdir.

“Untuk memastikan secara pasti memang perlu dilakukan autopsi, namun keluarga menolak dan menerima sebagai takdir,” jelasnya.

Sementara itu, pihak kecamatan juga membenarkan peristiwa tersebut.

Tantrib Kecamatan Gambiran, Itnur Suyanto, menyebut dugaan sementara korban mengalami depresi setelah lama menderita penyakit menahun.

“Diduga depresi setelah menderita penyakit akut selama lebih dari lima tahun,” katanya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan mental, terutama bagi warga lanjut usia yang menghadapi penyakit kronis dalam waktu lama. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
polsek gambiran lansia meninggal Banyuwangi Desa Jajag depresi penyakit menahun gambiran