Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gudang Limbah Sekam Pabrik Penggilingan Padi di Singojuruh Banyuwangi Terbakar, Diduga Akibat Cuaca Panas

Zamrozi Wahyu • Sabtu, 4 April 2026 | 04:36 WIB
PENDINGINAN: Anggota Polsek Singojuruh bersama tim Damkarmat Banyuwangi memadamkan api yang membakar limbah sekam di pabrik penggilingan padi di Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Jumat (3/4). (Foto: Polsek Singojuruh)
PENDINGINAN: Anggota Polsek Singojuruh bersama tim Damkarmat Banyuwangi memadamkan api yang membakar limbah sekam di pabrik penggilingan padi di Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Jumat (3/4). (Foto: Polsek Singojuruh)

RADARBANYUWANGI.ID – Kebakaran melanda gudang penyimpanan limbah sekam di sebuah pabrik penggilingan padi di Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jumat (3/4) pagi. Tumpukan limbah sekam yang berada di dalam gudang dilalap si jago merah sebelum sempat dibuang.

Peristiwa ini diduga kuat dipicu oleh cuaca panas serta kurangnya sirkulasi udara di dalam gudang, yang menyebabkan penumpukan suhu berlebih hingga memicu munculnya api.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Namun, kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.

Asap Pertama Kali Dilihat Warga

Kapolsek Singojuruh AKP Ahmad Rudy mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat kepulan asap keluar dari area gudang penyimpanan limbah sekam sekitar pukul 05.15 WIB.

Warga yang curiga dengan kepulan asap tersebut kemudian segera menghubungi pihak pabrik untuk melakukan pengecekan.

“Kebakaran ini kali pertama diketahui oleh warga sekitar yang melihat kepulan asap keluar dari gudang penyimpanan limbah sekam sekitar pukul 05.15,” ujarnya.

Setelah dicek, ternyata sumber api berasal dari tumpukan limbah sekam yang hendak dibuang.

“Saat dicek, ternyata yang terbakar adalah limbah sekam yang hendak dibuang,” kata Kapolsek Rudy.

Karyawan dan Warga Sempat Padamkan Api

Mengetahui isi gudang terbakar, sejumlah karyawan pabrik bersama warga sekitar langsung berupaya memadamkan api secara manual agar tidak merembet ke bangunan lain.

Namun, kobaran api terus membesar dan sulit dikendalikan.

Karena api tidak kunjung padam, salah satu karyawan kemudian menghubungi Polsek Singojuruh serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi untuk meminta bantuan.

“Laporan masuk sekitar pukul 07.45, kemudian kami langsung bergegas ke lokasi untuk membantu memadamkan api,” ujar Rudy.

Dua Mobil Damkar Diterjunkan

Petugas gabungan dari Damkarmat Banyuwangi bersama aparat kepolisian langsung menuju lokasi kejadian.

Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menjinakkan kobaran api.

Petugas Damkarmat Sektor Srono Heri Siswanto membenarkan peristiwa tersebut.

Menurutnya, proses pemadaman melibatkan personel dari Damkarmat Sektor Srono, Regu Brama 2, anggota kepolisian, serta bantuan warga sekitar.

“Petugas gabungan dari Damkarmat Sektor Srono, Regu Brama 2, beserta anggota kepolisian dan warga sekitar membantu memadamkan api,” ujarnya.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena material sekam yang mudah terbakar dan masih menyimpan panas di bagian dalam tumpukan.

“Waktu penanganan berlangsung selama empat jam dengan dua mobil pemadam kebakaran,” katanya.

Setelah berjibaku selama sekitar empat jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Diduga Karena Panas Berlebih

Dari hasil asesmen awal di lokasi, petugas menduga api muncul akibat suhu panas yang terperangkap di dalam gudang.

Kurangnya sirkulasi udara membuat panas menumpuk di antara tumpukan limbah sekam.

Kondisi tersebut memicu terjadinya self heating atau panas berlebih yang akhirnya menimbulkan titik api.

“Dari hasil asesmen, diduga api berasal dari cuaca panas dan kurangnya sirkulasi udara pada penyimpanan limbah,” terang Heri.

Akibatnya, suhu dalam gudang meningkat hingga memicu pembakaran pada tumpukan sekam.

“Terjadi penumpukan panas yang berlebih dan memicu timbulnya api pada tumpukan limbah sekam tersebut,” lanjutnya.

Kerugian Masih Didata

Meski tidak ada korban jiwa maupun luka, pihak kepolisian masih melakukan pendataan terkait kerugian material akibat kebakaran tersebut.

“Kerugian material masih dalam pemeriksaan,” kata AKP Rudy.

Petugas juga mengimbau pemilik usaha untuk memperhatikan sistem ventilasi dan tata penyimpanan limbah mudah terbakar guna mencegah kejadian serupa.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan limbah industri, terutama material yang rentan memicu panas berlebih. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#kebakaran Singojuruh #gudang sekam terbakar #pabrik penggilingan padi Banyuwangi #limbah sekam #Damkarmat Banyuwangi