RADARBANYUWANGI.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi kembali menunjukkan respons cepat dalam penanganan non kebakaran.
Kali ini, petugas mengevakuasi seekor anak sapi (pedet) yang terperosok ke dalam sumur sedalam kurang lebih 12 meter di Desa Kaligung, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jumat (3/4).
Evakuasi dilakukan oleh Regu Brama 3 Damkarmat Banyuwangi dengan dibantu warga sekitar. Setelah proses penyelamatan yang berlangsung sekitar satu jam, anak sapi milik Paidi, 36, warga setempat, berhasil diangkat dalam kondisi hidup.
Kasi Humas Damkarmat Banyuwangi, Muamar Kadafi, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga pada pagi hari.
“Pihak kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 08.37,” ujarnya.
Mendapat laporan tersebut, tim yang sedang piket langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
“Petugas Damkarmat Banyuwangi Regu Brama 3 yang sedang melakukan piket langsung menuju lokasi kejadian. Kami sampai lokasi sekitar pukul 09.15,” katanya.
Tim Rescue Turun Langsung ke Sumur
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan asesmen untuk memastikan kondisi pedet di dalam sumur.
Karena kedalaman sumur mencapai sekitar 12 meter dan masih terdapat genangan air, tim rescue memutuskan melakukan evakuasi dengan prosedur penyelamatan vertikal.
Salah satu petugas rescue turun langsung ke dasar sumur menggunakan peralatan keselamatan lengkap.
Sebelum proses pengangkatan, tim terlebih dahulu menurunkan debit air di dalam sumur menggunakan mesin pompa agar kondisi anak sapi lebih aman saat diikat.
“Petugas rescue turun langsung ke dalam sumur. Sebelumnya, tim menurunkan debit air menggunakan mesin pompa kemudian mengikatkan tali karmantel ke badan sapi,” terang Kadafi.
Gunakan Tripod dan Hand Winch Rescue
Untuk proses pengangkatan, tim menggunakan sejumlah peralatan rescue standar.
Di antaranya rescue tripod, tali karmantel, body harness, hand winch rescue, dan life jacket.
Setelah posisi tali pengaman terpasang dengan baik di tubuh pedet, proses pengangkatan dilakukan secara bertahap.
Petugas dan warga sekitar kemudian menarik sapi secara bersama-sama hingga berhasil naik ke permukaan.
“Alat yang digunakan untuk evakuasi yaitu Rescue Tripod, Karmatel, Body Harness, hand winch rescue, dan life jaket,” jelasnya.
Proses ini berlangsung cukup menegangkan karena ruang sumur yang sempit dan kedalaman yang cukup ekstrem.
Meski demikian, tim berhasil menyelesaikan evakuasi dalam waktu sekitar satu jam.
Pemilik Kaget Dengar Suara dari Sumur
Menurut Kadafi, pemilik sapi pertama kali mengetahui kejadian tersebut saat mendengar suara dari dalam sumur.
Karena merasa curiga, Paidi kemudian mendekati sumber suara dan melakukan pengecekan.
Saat itulah ia mendapati anak sapi miliknya sudah berada di dasar sumur.
“Pemilik mengetahui sapinya tiba-tiba berada di dalam sumur,” katanya.
Diduga, pedet tersebut terjatuh karena kondisi kandang yang berada tidak jauh dari lokasi sumur.
Selain itu, anak sapi yang masih muda biasanya memang lebih aktif dan sering bergerak bebas.
“Karena sapi muda biasanya dilepas atau tidak ditali dan sering melompat-lompat. Selain itu, lokasi kandang dekat sumur, kemungkinan hal itu yang menjadikan sapi pedet bisa masuk sumur,” ujarnya.
Warga Apresiasi Respons Cepat Damkarmat
Keberhasilan evakuasi ini mendapat apresiasi dari warga sekitar.
Respons cepat petugas dinilai sangat membantu, terutama karena kondisi sumur cukup dalam dan sulit dijangkau tanpa peralatan khusus.
Peristiwa ini juga kembali menunjukkan bahwa tugas Damkarmat tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan non kebakaran, termasuk evakuasi hewan.
Dengan penanganan yang sigap, pedet milik Paidi berhasil selamat dan dapat kembali ke kandangnya. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin