RADARBANYUWANGI.ID - Gangguan perjalanan kereta api akibat longsor di jalur wilayah Bandung, Jawa Barat, tepatnya di antara Stasiun Maswati–Sasaksaat, dipastikan telah berhasil ditangani oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Wakil Direktur Utama KAI, Dody Budiawan, menyampaikan bahwa insiden tersebut sempat menghambat operasional sejumlah perjalanan kereta. Namun, penanganan cepat yang dilakukan membuat kondisi kembali normal dalam waktu relatif singkat.
“Kemarin ada yang longsor di daerah (Bandung) Jawa Barat. Tertahan (perjalanan kereta api) karena longsor ini, tapi alhamdulillah sudah kami selesaikan,” ujar Dody dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, dikutip Antara.
Longsor terjadi pada tebing di sekitar jalur rel, yang mengakibatkan material menutup lintasan dan mengganggu perjalanan kereta. Dalam kondisi tersebut, bahkan sempat terjadi insiden anjlokan pada salah satu rangkaian.
Sebagai langkah darurat, KAI segera mengerahkan lokomotif cadangan untuk menarik rangkaian menuju Padalarang agar jalur utama dapat segera dibebaskan. Upaya ini dinilai efektif dalam mempercepat pemulihan operasional.
Selain itu, KAI juga memastikan kenyamanan penumpang tetap terjaga dengan menyediakan alternatif perjalanan menggunakan layanan kereta cepat Whoosh menuju Jakarta.
“Penumpangnya kami pindahkan, kita minta ke kereta Whoosh, langsung diangkut ke Jakarta. Jadi alhamdulillah para penumpang itu merasa senang juga, bisa cepat ke Jakarta jadinya,” kata Dody.
Sebelumnya, KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung juga memberikan jaminan pengembalian dana penuh bagi penumpang yang terdampak pembatalan perjalanan akibat longsor tersebut. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap pelanggan.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa seluruh penumpang yang terdampak berhak atas pengembalian biaya tiket sebesar 100 persen.
“Bagi yang terdampak pembatalan, bisa melakukan refund dengan nilai 100 persen dari tarif yang tertera di tiket,” ujarnya.
Selain refund, KAI juga menawarkan solusi alternatif berupa pengalihan moda transportasi bagi penumpang yang tetap ingin melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara