RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui sosialisasi intensif di perlintasan sebidang.
Langkah ini tetap dilakukan meskipun masa operasional Posko Angkutan Lebaran 2026 telah resmi berakhir pada 30 Maret lalu. KAI menegaskan bahwa keselamatan merupakan aspek yang tidak mengenal batas waktu.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan pentingnya keberlanjutan upaya tersebut.
“Komitmen KAI terhadap keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api dan masyarakat terus dilakukan, meski angkutan Lebaran telah usai. Kami ingin memastikan setiap perjalanan KA dan pengguna jalan raya tetap lancar dan selamat,” ujarnya, Kamis (2/4/2026), dikutip Antara.
Sosialisasi difokuskan pada sejumlah perlintasan dengan tingkat lalu lintas tinggi, yakni di wilayah Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Madiun. Beberapa titik tersebut meliputi jalur di petak Bagor–Saradan serta Caruban–Saradan yang dikenal padat aktivitas kendaraan.
Kegiatan ini melibatkan tim Pengamanan Daop 7 Madiun yang bersinergi dengan aparat TNI dan Polri setempat. Bentuk sosialisasi dilakukan melalui pembagian flyer, souvenir, hingga pemasangan spanduk berisi imbauan keselamatan kepada para pengendara.
Tohari menjelaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang telah diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, khususnya Pasal 124. Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.
Menurutnya, peningkatan edukasi menjadi penting karena frekuensi perjalanan kereta api masih tinggi, terutama setelah puncak arus balik Lebaran.
Sebagai bagian dari upaya preventif, KAI juga terus mengampanyekan gerakan #BERTEMAN (Berhenti, Tengok Kiri Kanan, Pastikan Aman, Lalu Jalan). Kampanye ini mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dan waspada sebelum melintasi rel kereta api.
Tohari menekankan bahwa langkah sederhana tersebut dapat menjadi faktor penentu dalam mencegah kecelakaan.
“Kesadaran dan kedisiplinan pengguna jalan menjadi kunci utama keselamatan di perlintasan sebidang,” tambahnya.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara