Kemacetan Ketapang Banyuwangi Jadi Berkah: Pedagang GWD Raup Rezeki, Warung Buka hingga 15 Jam

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Jumat, 3 April 2026 | 00:30 WIB
DAPAT BERKAH: Para penjual makanan yang biasanya mangkal di dalam area GWD, kini berjualan di pinggir jalan untuk melayani pengendara. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
DAPAT BERKAH: Para penjual makanan yang biasanya mangkal di dalam area GWD, kini berjualan di pinggir jalan untuk melayani pengendara. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Kemacetan panjang kendaraan menuju Pelabuhan ASDP Ketapang hingga H+12 Lebaran tak hanya menjadi keluhan pengguna jalan.

Di balik antrean yang mengular, kondisi ini justru menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang di sekitar kawasan Grand Watudodol (GWD).

Sejumlah pedagang yang biasanya mengandalkan pengunjung wisata, kini beralih memanfaatkan kemacetan sebagai ladang rezeki baru.

Warung Dadakan Berjejer di Pinggir Jalan

Pantauan di lokasi, deretan meja kayu tampak berjajar di pinggir jalan depan GWD, Desa Ketapang, Kecamatan Wongsorejo. Di atasnya tersaji berbagai makanan instan seperti mi cup, camilan, hingga minuman kemasan.

Di hadapan mereka, antrean kendaraan—terutama truk dan bus—memanjang ke arah utara. Sesekali, pengemudi atau penumpang turun untuk membeli makanan atau sekadar menikmati kopi.

“Yang paling banyak beli penumpang bus, kalau sopir truk biasanya beli kalau macetnya panjang,” ujar Dewi, 28, salah satu pedagang.

Tangkap Peluang Sejak Awal Kemacetan

Dewi bersama belasan pedagang lainnya mulai berjualan sejak Sabtu malam (28/3), saat antrean panjang pertama kali terjadi. Mereka melihat peluang di tengah kondisi yang tidak biasa.

Barang dagangan yang sebelumnya disiapkan untuk momen libur Lebaran di dalam area wisata, kini dialihkan ke pinggir jalan.

“Ini stok Lebaran yang sebenarnya untuk pengunjung wisata. Tapi karena sepi, akhirnya dijual di sini,” imbuhnya.

Buka Hingga 15 Jam Sehari

Para pedagang mengaku berjualan sejak pukul 06.00 hingga 21.00 WIB, atau sekitar 15 jam sehari. Aktivitas jual beli paling ramai terjadi pada siang hari ketika kemacetan mencapai puncaknya.

Di depan GWD saja, sedikitnya empat pedagang membuka lapak. Jumlah tersebut belum termasuk pedagang lain yang tersebar di beberapa titik sepanjang jalur.

Pedagang Keliling Ikut Panen Rezeki

Selain pedagang statis, ada pula pedagang keliling yang menggunakan sepeda motor. Kendaraan mereka dimodifikasi dengan kotak kayu untuk membawa dagangan.

“Mereka biasanya menyisir dari GWD sampai arah Bangsring,” kata Azizah, 52, pedagang lainnya.

Mayoritas pedagang yang terlibat merupakan perempuan yang sebelumnya menggantungkan penghasilan dari sektor wisata.

Wisata Sepi, Kemacetan Jadi Penyelamat

Azizah mengungkapkan, kemacetan justru menjadi penyelamat ekonomi mereka di tengah sepinya kunjungan wisatawan.

“Awalnya kami juga berutang untuk modal jualan Lebaran. Tapi karena wisata sepi, untung ada kemacetan ini, jadi tetap ada pemasukan,” ujarnya.

Kunjungan Wisata Turun Drastis

Ketua Pokdarwis Pesona Bahari, Abdul Azis, membenarkan bahwa kunjungan wisata ke GWD mengalami penurunan signifikan pada libur Lebaran tahun ini.

Menurutnya, jumlah wisatawan turun hingga 50 persen dibandingkan tahun lalu.

“Tahun lalu saat momen Puter Kayun bisa sampai 5.000 pengunjung. Tahun ini sekitar 1.500 saja,” jelasnya.

Kemacetan Jadi Faktor Utama Penurunan Wisata

Azis menilai kemacetan panjang di jalur menuju Pelabuhan ASDP Ketapang menjadi salah satu faktor utama turunnya minat wisatawan.

Banyak calon pengunjung memilih menghindari kawasan tersebut karena khawatir terjebak antrean kendaraan.

“Selain macet, mungkin juga faktor ekonomi dan adanya destinasi baru yang jadi pilihan wisatawan,” tambahnya.

Antara Masalah dan Peluang

Fenomena ini menunjukkan dua sisi berbeda dari kemacetan panjang di jalur Ketapang. Di satu sisi menjadi masalah serius bagi mobilitas masyarakat, namun di sisi lain membuka peluang ekonomi dadakan bagi warga sekitar.

Bagi para pedagang di kawasan Grand Watudodol, kemacetan yang awalnya dianggap musibah justru berubah menjadi berkah yang tak terduga. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
kemacetan Ketapang pedagang GWD Banyuwangi pelabuhan ketapang Grand Watudodol arus balik lebaran