Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BMKG Ungkap Gempa Magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara Kategori Megathrust Dangkal, Tiga Provinsi Terdampak

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 2 April 2026 | 14:11 WIB
Gempa magnitudo 7,6 mengguncang 129 km tenggara Bitung, Sulawesi Utara. (Tangkapan Layar)
Gempa magnitudo 7,6 mengguncang 129 km tenggara Bitung, Sulawesi Utara. (Tangkapan Layar)

RADARBANYUWANGI.ID - BMKG menyampaikan bahwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) termasuk dalam kategori gempa megathrust, yakni jenis gempa sangat kuat yang berpotensi memicu tsunami.

Direktur Informasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Riyono, menjelaskan bahwa gempa tersebut tergolong dangkal dan terjadi di wilayah laut dengan mekanisme sesar naik.

“Kalau dilihat kedalamannya cukup dangkal ya, 30 meter. Kalau kategori megathrust sampai kedalaman 30-an meter, jadi memang ini dangkal dan (gempa) laut dan ini termasuk megathrust,” ujar Rahmat dalam konferensi pers.

Menurut BMKG, gempa megathrust terjadi pada zona subduksi, yakni pertemuan dua lempeng tektonik di mana lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua. Zona ini menyimpan energi besar yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan dalam bentuk gempa kuat dan tsunami destruktif.

Rahmat menambahkan bahwa gempa kali ini berasal dari aktivitas subduksi di Laut Maluku dengan mekanisme sesar naik, yang dikenal memiliki potensi tsunami lebih tinggi dibandingkan dengan jenis pergeseran mendatar.

“Kami buatkan warning karena gempa naik itu berpotensi menimbulkan tsunami yang sangat tinggi dibandingkan dengan mekanisme mendatar,” jelasnya.

BMKG juga telah merilis peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah pascagempa tersebut.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyebutkan bahwa setidaknya tiga provinsi di wilayah utara Sulawesi dan Maluku merasakan dampak signifikan dari gempa ini.

“Setidaknya ada 3 provinsi yang merasakan gempa yang cukup besar, yakni Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo,” ujarnya.

Gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan lokasi di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur, serta berada di kedalaman sekitar 62 kilometer di bawah permukaan laut.

BMKG mencatat adanya gelombang tsunami di dua wilayah, meskipun detail ketinggian dan dampaknya masih terus dimonitor.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani Faisal, menegaskan bahwa gempa ini termasuk gempa dangkal yang dipicu oleh deformasi kerak bumi akibat aktivitas subduksi Laut Maluku.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” jelas Faisal.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Gempa #bmkg #megathrust #sulawesi utara