Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Bitung, 48 Gempa Susulan Tercatat dan Tsunami Terpantau di Sulawesi Utara-Maluku Utara

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 2 April 2026 | 13:24 WIB
Gempa magnitudo 7,6 mengguncang 129 km tenggara Bitung, Sulawesi Utara. (Tangkapan Layar)
Gempa magnitudo 7,6 mengguncang 129 km tenggara Bitung, Sulawesi Utara. (Tangkapan Layar)

RADARBANYUWANGI.ID - Gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang perairan tenggara Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pagi. Hingga beberapa jam setelah kejadian, BMKG mencatat puluhan gempa susulan masih terus berlangsung.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida, mengungkapkan bahwa aktivitas seismik pascagempa utama masih cukup tinggi.

"Hingga pukul 09.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 48 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5.5," ujarnya.

Gempa utama terjadi pada pukul 05.48 WIB di laut, sekitar 129 kilometer arah tenggara Bitung, dengan kedalaman 33 kilometer. Guncangan dirasakan luas hingga ke wilayah Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

Di Kota Ternate, intensitas gempa mencapai V–VI MMI, yang menyebabkan warga panik dan berlarian keluar rumah. Kerusakan ringan seperti plester dinding yang runtuh dan kerusakan pada cerobong pabrik dilaporkan terjadi. Sementara itu, di Manado, getaran dirasakan pada skala IV–V MMI, cukup kuat untuk membangunkan warga.

Di wilayah Gorontalo, khususnya Bone Bolango dan Gorontalo Utara, getaran dirasakan dengan intensitas III MMI, seperti adanya kendaraan berat yang melintas.

Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, memastikan pihaknya akan memperkuat pemantauan di lapangan.

"Seluruh UPT BMKG di daerah telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memantau potensi gempa susulan serta dampak kerusakannya," jelasnya.

BMKG juga berencana menurunkan tim ahli untuk melakukan pemetaan makroseismik dan mikroseismik, serta memasang alat seismograf portabel di sekitar wilayah terdampak, khususnya di Maluku Utara dan Ternate.

Selain gempa, fenomena tsunami juga terpantau di lima titik di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, meskipun dengan ketinggian relatif kecil. Data mencatat ketinggian tsunami berkisar antara 0,20 meter hingga 0,75 meter, dengan titik tertinggi terjadi di Minahasa Utara.

Dampak kerusakan bangunan mulai dilaporkan di sejumlah lokasi, termasuk Gedung KONI Sario di Manado serta Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Ternate.

Sementara itu, dari sisi korban jiwa, Juru Bicara Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, menyampaikan adanya dua korban di Manado.

"Satu korban meninggal tertimpa reruntuhan dan sudah dibawa ke rumah sakit, yang satunya patah kaki karena loncat dari toko," katanya.

Pihak Basarnas masih terus melakukan pendataan dan pencarian untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum terlaporkan.

BMKG juga telah memperbarui peringatan dini tsunami dan mengidentifikasi sedikitnya tujuh wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara yang berstatus siaga. Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, menyebutkan pemantauan terus dilakukan secara intensif.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#maluku utara #Gempa #bitung #tsunami #sulawesi utara