Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Pascagempa M7,6 di Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Gelombang Sempat Terdeteksi hingga 0,75 Meter

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 2 April 2026 | 10:55 WIB
Gempa magnitudo 7,6 mengguncang 129 km tenggara Bitung, Sulawesi Utara. (Tangkapan Layar)
Gempa magnitudo 7,6 mengguncang 129 km tenggara Bitung, Sulawesi Utara. (Tangkapan Layar)

RADARBANYUWANGI.ID - Kamis (2/4/2026), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami yang sempat diberlakukan setelah gempa bumi bermagnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan keputusan tersebut dalam konferensi pers.

“Peringatan dini tsunami secara resmi telah dinyatakan berakhir pada pukul 09.56 WIB,” ujarnya.

Gempa kuat tersebut terjadi di barat daya pantai Pulau Batang Dua, dekat wilayah Ternate dan Bitung. Berdasarkan analisis BMKG, gempa dipicu oleh aktivitas deformasi kerak bumi, yang teridentifikasi dari lokasi episenter serta kedalaman gempa.

Hasil pemodelan awal menunjukkan potensi tsunami dengan status siaga di sejumlah wilayah, antara lain Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, serta sebagian wilayah Minahasa. Sementara itu, status waspada diberlakukan di Kepulauan Sangihe dan beberapa wilayah lain di Sulawesi Utara.

BMKG mencatat adanya kenaikan muka air laut di beberapa titik pantauan. Di Halmahera Barat, gelombang setinggi 0,30 meter terdeteksi pada pukul 06.08 WIB. Di Bitung, tinggi gelombang mencapai 0,20 meter, disusul Sidangoli sebesar 0,35 meter.

Kenaikan tertinggi tercatat di wilayah Minahasa Utara dengan tinggi 0,75 meter, sementara di Belang mencapai 0,68 meter. Meski relatif kecil, fenomena ini mengonfirmasi bahwa gempa tersebut memang memicu aktivitas tsunami.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di berbagai wilayah. Di Ternate, intensitas mencapai V–VI MMI, yang berarti getaran dirasakan oleh seluruh penduduk dan menyebabkan kepanikan. Banyak warga berhamburan keluar rumah, dengan beberapa kerusakan ringan seperti retakan dinding.

Di wilayah Ibu, intensitas tercatat V MMI, sementara di Manado mencapai IV–V MMI. Getaran juga dirasakan hingga Gorontalo dengan intensitas lebih rendah.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#maluku utara #Gempa #bmkg #tsunami #sulawesi utara