RADARBANYUWANGI.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Jumat pagi menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, termasuk Gereja Bunda Hati Kudus Yesus (BHKY) Rumengkor di Kabupaten Minahasa.
Guncangan kuat yang terjadi sekitar pukul 06.48 WITA membuat bagian plafon di dalam gereja runtuh, memicu kekhawatiran umat yang tengah bersiap memasuki rangkaian ibadah Pekan Suci.
Beruntung, saat peristiwa terjadi kondisi gereja masih kosong sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan.
Gempa M 6,4 di wilayah Sulawesi Utara juga tercatat oleh sejumlah laporan BMKG pada kawasan rawan seismik Sulut, termasuk wilayah Talaud dan Minahasa yang beberapa kali mengalami aktivitas tektonik dalam beberapa bulan terakhir.
Terjadi Jelang Misa Kamis Putih
Insiden runtuhnya plafon gereja terjadi di tengah persiapan umat Katolik untuk Misa Kamis Putih, salah satu ibadah penting dalam rangkaian Pekan Suci menjelang Paskah.
Ibadat tersebut dijadwalkan berlangsung pada pukul 20.00 WITA.
Setelah gempa, sejumlah pengurus gereja bersama umat langsung melakukan pengecekan kondisi bangunan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan lokasi sebelum ibadah dilaksanakan.
Fokus pemeriksaan diarahkan pada:
-
struktur atap
-
kondisi plafon
-
dinding bagian dalam
-
instalasi listrik gereja
Keselamatan umat menjadi prioritas utama di tengah situasi gempa susulan yang masih mungkin terjadi.
Getaran Terasa di Manado dan Minahasa
Gempa Sulawesi Utara ini diketahui berpusat di laut, sekitar 160 kilometer dari Manado, dengan kekuatan M 6,4.
Getaran dirasakan cukup kuat di berbagai wilayah, terutama:
-
Manado
-
Minahasa
-
Minahasa Utara
-
sebagian wilayah pesisir Sulut
BMKG menjelaskan wilayah Sulawesi Utara memang berada pada jalur tektonik aktif yang kerap mengalami gempa bumi akibat aktivitas lempeng Laut Maluku dan pergerakan sesar regional.
Di dalam Gereja BHKY Rumengkor, beberapa bagian plafon dilaporkan jatuh ke area tengah bangunan.
Kerusakan tersebut membutuhkan penanganan cepat agar bangunan tetap aman digunakan.
Umat Diimbau Tetap Waspada
Hingga saat ini, pihak gereja masih berkoordinasi untuk menentukan kesiapan lokasi ibadah.
Keputusan akhir pelaksanaan misa akan mempertimbangkan hasil pemeriksaan kondisi bangunan pascagempa.
Umat diminta tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Mereka juga diimbau mengikuti arahan dari:
-
pengurus gereja
-
aparat desa setempat
-
BPBD
-
BMKG
Jika ditemukan retakan lanjutan atau risiko runtuhan, ibadah kemungkinan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Sulut Masih Rawan Aktivitas Tektonik
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa Sulawesi Utara merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas seismik tinggi.
Dalam laporan terbaru, Stasiun Geofisika Manado mencatat 428 kejadian gempa dalam satu bulan terakhir, dengan dominasi gempa dangkal berkekuatan 3 hingga 5 magnitudo.
Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta terus meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berada di bangunan bertingkat atau fasilitas umum.
Situasi masih terus dipantau menjelang pelaksanaan ibadat Pekan Suci.
Keamanan umat menjadi prioritas utama di tengah dampak gempa yang masih berlangsung. (*)
Editor : Ali Sodiqin