RADARBANYUWANGI.ID – Rangkaian gempa susulan Sulawesi Utara terus terjadi setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah tenggara Bitung, Kamis pagi (2/4/2026).
Aktivitas seismik pascagempa utama terpantau cukup intens. Stasiun Geofisika Manado mencatat sedikitnya tujuh kali gempa susulan dalam beberapa jam pertama setelah guncangan utama terjadi.
Rangkaian susulan tersebut mempertegas bahwa pelepasan energi tektonik di kawasan Sulawesi Utara masih berlangsung. BMKG bahkan melaporkan total aftershock yang terpantau mencapai 11 kali hingga pagi hari, dengan kekuatan terbesar M 5,5.
Tujuh Gempa Susulan Terjadi Beruntun
Berdasarkan data pemantauan awal, tujuh gempa susulan yang tercatat memiliki kekuatan beragam, yakni:
-
3,7 magnitudo
-
4,6 magnitudo
-
3,6 magnitudo
-
4,9 magnitudo
-
3,9 magnitudo
-
4,0 magnitudo
-
3,1 magnitudo
Rangkaian ini menunjukkan aktivitas tektonik di zona sumber gempa masih aktif.
BMKG menjelaskan, kondisi tersebut merupakan proses alamiah setelah gempa besar.
“Gempa susulan merupakan proses alamiah setelah gempa utama. Tidak semua terasa,” demikian penjelasan Stasiun Geofisika Manado.
Gempa Utama Guncang Tenggara Bitung
Sebelumnya, gempa utama berkekuatan M 7,6 mengguncang wilayah sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada pukul 05.48 WIB.
BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 1,25 LU dan 126,27 BT dengan kedalaman sekitar 62 kilometer, sementara sejumlah laporan awal menyebut analisis kedalaman awal 18 kilometer sebelum pemutakhiran data.
Gempa kuat tersebut terasa di sejumlah wilayah, termasuk:
-
Bitung
-
Manado
-
Minahasa Utara
-
Ternate
-
sebagian wilayah Maluku Utara
Guncangan yang berlangsung hingga belasan detik membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.
Sempat Picu Peringatan Dini Tsunami
Gempa utama juga sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
BMKG melaporkan gelombang tsunami kecil terpantau di lima titik, dengan ketinggian tertinggi mencapai 0,75 meter di Minahasa Utara.
Meski status peringatan kemudian dicabut, masyarakat pesisir masih diminta waspada terhadap potensi perubahan kondisi laut dan gempa susulan.
Tidak Semua Gempa Susulan Terasa
BMKG menegaskan, tidak semua gempa susulan akan dirasakan masyarakat.
Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
-
kekuatan magnitudo
-
kedalaman pusat gempa
-
jarak lokasi dari episenter
-
kondisi geologi setempat
Gempa dengan magnitudo kecil pada kedalaman tertentu bisa saja hanya terbaca alat tanpa dirasakan warga.
Warga Diminta Tetap Tenang
Di tengah rangkaian gempa susulan yang masih berlangsung, masyarakat diimbau untuk tetap tenang.
BMKG meminta warga tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terutama pesan berantai di media sosial terkait potensi gempa besar susulan atau tsunami.
“Masyarakat tetap tenang, selalu pantau peringatan dini dari BMKG,” tegas otoritas geofisika.
Warga juga diminta:
-
menjauhi bangunan retak
-
tidak berada di dekat pantai sementara waktu
-
mempersiapkan tas darurat
-
mengikuti arahan BPBD dan aparat setempat
Sulut Masuk Jalur Ring of Fire
Fenomena gempa susulan ini kembali menegaskan posisi Sulawesi Utara sebagai wilayah rawan aktivitas tektonik.
Sulut berada di kawasan Pacific Ring of Fire atau cincin api Pasifik, salah satu zona paling aktif secara seismik di dunia.
Kawasan ini memang kerap mengalami gempa bumi tektonik akibat pergerakan lempeng.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan memahami langkah mitigasi gempa. (*)
Editor : Ali Sodiqin