Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bacok Ibu Hingga Tewas di Banyuwangi, Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejiwaan Pelaku

Salis Ali Muhyidin • Rabu, 1 April 2026 | 04:30 WIB
TKP: Tim Inafis Polresta Banyuwangi mengidentifikasi tempat kejadian perkara pembacokan di Kampung Baru Lampon, Dusun Ringinsari, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Selasa (31/3). (Maskur for Radar Banyuwangi)
TKP: Tim Inafis Polresta Banyuwangi mengidentifikasi tempat kejadian perkara pembacokan di Kampung Baru Lampon, Dusun Ringinsari, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Selasa (31/3). (Maskur for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kasus tragis yang menewaskan seorang ibu di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, masih dalam penanganan aparat kepolisian.

Hingga kini, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan kondisi kejiwaan pelaku sebelum menentukan langkah hukum lebih lanjut.

Pelaku diketahui bernama Adi Setiawan, 31, warga Kampung Baru Lampon, Dusun Ringinsari, Desa/Kecamatan Pesanggaran.

Ia tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, Suratun, 65, pada Selasa dini hari (31/3).

Kapolsek Pesanggaran, Kompol Maskur, mengatakan bahwa pihaknya belum bisa melakukan penahanan ataupun menentukan status hukum pelaku.

Hal ini dikarenakan adanya dugaan kuat bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

“Meskipun secara kasat mata terlihat ada gangguan jiwa, kami tetap membutuhkan kepastian dari tenaga medis yang berwenang,” jelasnya.

Menurut Maskur, keterangan dari warga sekitar menguatkan dugaan tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, pelaku diketahui kerap menunjukkan perilaku tidak wajar.

Sejak sekitar empat tahun lalu, Adi sering terlihat bermain sapu lidi seolah-olah sedang menunggang kuda.

Aksi itu kerap dilakukan di jalanan sekitar tempat tinggalnya dan menjadi perhatian warga.

“Itu sering dilakukan. Keliling sambil naik sapu lidi seperti menunggang kuda. Warga sudah mengetahui ada gangguan sejak saat itu,” ujarnya.

Tak hanya itu, saat kondisinya kambuh, pelaku juga sering tertawa sendiri tanpa sebab yang jelas. Namun di sisi lain, ketika dalam kondisi stabil, ia masih dapat beraktivitas seperti biasa.

“Kalau sedang sehat, dia bisa bekerja seperti orang normal. Kadang bekerja di laut, kadang juga kerja serabutan,” tambahnya.

Perilaku tidak biasa juga ditunjukkan pelaku saat diamankan aparat usai kejadian. Saat itu, ia mengeluarkan pernyataan yang tidak masuk akal dan mengaku sebagai Tuhan.

“Dia berteriak berulang kali, ‘aku ini Tuhan, kamu kok mau bunuh aku’,” ungkap Maskur menirukan ucapan pelaku.

Selain mengakibatkan korban meninggal dunia, insiden tersebut juga menyebabkan seorang warga lain mengalami luka.

Korban diketahui bernama Dedi, 45, yang turut berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga gangguan kejiwaan pelaku dipicu oleh masalah pribadi di masa lalu. Salah satunya terkait kehidupan rumah tangga.

Menurut informasi yang dihimpun, pelaku sempat ditinggal istrinya bekerja ke luar negeri. Beberapa tahun kemudian, ia diduga menerima kabar perceraian secara mendadak.

“Kemungkinan itu menjadi pemicu awal gangguan kejiwaannya,” jelas Kapolsek.

Saat ini, pelaku masih dalam penanganan pihak kepolisian sambil menunggu hasil pemeriksaan medis dari tenaga ahli.

Hasil tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan proses hukum yang akan dijalani pelaku.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap anggota keluarga atau lingkungan sekitar yang menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan. Penanganan dini dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan mental perlu mendapat perhatian serius, baik dari keluarga maupun lingkungan sekitar. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#pembunuhan Banyuwangi #gangguan jiwa pelaku #kasus pembacokan ibu #berita kriminal Banyuwangi #Polsek Pesanggaran