RADARBANYUWANGI.ID – Nasib pilu dialami Sugiyanto (73), seorang lansia tunawisma asal Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi.
Di usianya yang senja, ia harus menjalani momen Hari Raya Idul Fitri dalam kondisi sakit dan tanpa keluarga, bahkan sempat terbaring selama dua hari di area terminal tanpa pertolongan.
Sugiyanto ditemukan warga dalam kondisi lemah tak berdaya di area terminal bus Desa Genteng Kulon, Selasa sore (24/3).
Saat ditemukan, ia diketahui sudah berada di lokasi tersebut selama dua hari, hanya terbaring di lantai warung tanpa penanganan medis.
Informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh pemilik warung yang melihat kondisi Sugiyanto semakin memburuk. Laporan itu kemudian diteruskan kepada perangkat desa setempat.
Kepala Desa Genteng Wetan, H Sukri, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan tersebut.
“Saat Lebaran ada laporan dari warga. Ternyata yang bersangkutan adalah warga kami, akhirnya kami datangi dan segera kami bantu evakuasi,” ujarnya.
Dievakuasi ke RSUD Genteng
Menindaklanjuti laporan itu, perangkat desa bersama petugas medis dan anggota kepolisian dari Polsek Genteng yang sedang bertugas di pos pengamanan Lebaran langsung menuju lokasi.
Melihat kondisi Sugiyanto yang sudah tidak mampu bergerak, petugas segera mengevakuasi dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif.
“Kondisinya memang sudah tidak bisa apa-apa, langsung kami bawa ke RSUD Genteng,” jelas Sukri.
Hidup Sebatang Kara
Sukri mengungkapkan, Sugiyanto diketahui hidup sebatang kara tanpa keluarga yang mendampingi. Bahkan, saat ini ia juga sudah tidak memiliki tempat tinggal tetap di wilayah Desa Genteng Wetan.
“Beliau tidak punya kerabat sama sekali, juga sudah tidak punya rumah di sini,” katanya.
Untuk memastikan Sugiyanto mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, pihak desa telah mengurus administrasi pembiayaan melalui penerbitan Surat Pernyataan Miskin (SPM).
Namun, tantangan lain muncul karena tidak adanya keluarga yang bisa menemani selama masa perawatan di rumah sakit.
Pernah Tinggal Kontrak, Kini Terlantar
Menurut Sukri, Sugiyanto dulunya merupakan pendatang dari luar daerah yang sempat tinggal di Desa Genteng Wetan dengan cara mengontrak rumah warga.
Namun, seiring waktu ia tidak lagi melanjutkan kontraknya, diduga karena keterbatasan ekonomi. Sejak itu, ia hidup berpindah-pindah dan lebih sering berada di area terminal.
“Kerjanya ya luntang-lantung di terminal. Kontrakannya tidak dilanjutkan, mungkin karena alasan biaya,” ungkapnya.
Polisi Pastikan Penanganan Maksimal
Kapolsek Genteng, Kompol Edy Priswanto, memastikan bahwa pihaknya turut mengawal proses evakuasi dan memastikan korban mendapatkan penanganan medis yang optimal.
“Untuk menghindari kondisi yang tidak diinginkan, kami segera mengantar korban berobat. Kondisinya sudah cukup parah dan harus segera ditangani,” tegasnya.
Potret Kepedulian Sosial
Kisah Sugiyanto menjadi potret nyata masih adanya warga lanjut usia yang hidup dalam kondisi rentan dan membutuhkan perhatian lebih, terutama di momen hari raya yang identik dengan kebersamaan keluarga.
Peran cepat masyarakat, perangkat desa, dan aparat menjadi kunci dalam menyelamatkan Sugiyanto dari kondisi yang lebih buruk.
Ke depan, diharapkan adanya perhatian lebih terhadap kelompok rentan seperti lansia terlantar, agar mereka tetap mendapatkan perlindungan dan akses layanan sosial yang layak. (sas/aif)
Editor : Ali Sodiqin