Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tangis Haru Napi Pecah Saat Lebaran di Lapas Banyuwangi, Layanan Kunjungan Tatap Muka Dibuka hingga 5 Syawal

Bagus Rio Rohman • Selasa, 24 Maret 2026 | 21:02 WIB

PENUH HARU: Sejumlah napi bertemu keluarganya saat kunjungan tatap muka di Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Senin (23/3).
PENUH HARU: Sejumlah napi bertemu keluarganya saat kunjungan tatap muka di Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Senin (23/3).

RADARBANYUWANGI.ID – Suasana haru menyelimuti Lapas Kelas IIA Banyuwangi pada momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Isak tangis para narapidana (napi) pecah saat akhirnya bisa bertemu langsung dengan keluarga mereka dalam layanan kunjungan tatap muka, Senin (23/3).

Momen tersebut menjadi ajang penuh emosional bagi para warga binaan untuk melepas rindu sekaligus memohon maaf kepada orang-orang terdekat di hari yang fitri.

Sejumlah keluarga napi tampak memanfaatkan kesempatan ini dengan datang sejak pagi.

Mereka rela mengantre demi bisa bertemu dan berbincang langsung dengan anggota keluarga yang tengah menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurastra Wibawa, mengatakan bahwa layanan kunjungan tatap muka tetap dibuka selama momen Lebaran sebagai bentuk pelayanan kepada warga binaan dan masyarakat.

“Layanan ini memang tetap kami buka, terutama di momen Idul Fitri ini untuk memberikan kesempatan kepada keluarga napi bertemu,” ujarnya.

Dibuka hingga 5 Syawal

Menurut Wayan, layanan kunjungan tatap muka maupun penitipan makanan dibuka hingga 5 Syawal 1447 Hijriah.

Kebijakan ini diambil agar para napi tetap bisa merasakan suasana Lebaran meski berada di dalam lapas.

“Semua layanan tetap kami optimalkan, demi para napi juga merasakan momen Idul Fitri,” katanya.

Untuk kunjungan tatap muka, pihak lapas membaginya dalam dua sesi setiap hari. Sesi pertama dimulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, sementara sesi kedua dibuka pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.

Layanan ini terbuka bagi seluruh kategori napi, baik kasus narkotika maupun pidana umum lainnya.

Hanya untuk Keluarga Inti

Meski dibuka untuk umum, pihak lapas tetap menerapkan aturan ketat terkait siapa saja yang diperbolehkan melakukan kunjungan. Pengunjung wajib merupakan keluarga inti dari napi.

Untuk itu, setiap pengunjung diwajibkan membawa identitas resmi seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK) sebagai bukti hubungan keluarga.

“Hanya khusus keluarga napi. Saudara jauh atau teman tidak diperbolehkan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Wayan.

Pengamanan Diperketat

Guna menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya layanan kunjungan, pihak lapas juga meningkatkan pengawasan terhadap setiap orang dan barang yang masuk.

Pemeriksaan dilakukan secara ketat oleh petugas untuk memastikan tidak ada barang berbahaya yang lolos ke dalam area lapas.

“Semua petugas kami siagakan, bahkan pemeriksaan terhadap orang dan barang juga kami tingkatkan,” jelasnya.

Momen Lebaran yang Penuh Makna

Bagi para napi, kesempatan bertemu keluarga secara langsung di momen Lebaran menjadi hal yang sangat berharga.

Tidak sedikit dari mereka yang tak mampu menahan air mata saat bersalaman dan bermaaf-maafan dengan keluarga.

Momen ini juga menjadi pengingat akan pentingnya keluarga sebagai tempat kembali dan sumber kekuatan untuk memperbaiki diri ke depan.

Dengan adanya layanan kunjungan ini, diharapkan para warga binaan tetap merasakan hangatnya suasana Idul Fitri, meski harus menjalani hari raya di balik jeruji besi. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#kunjungan lapas #keluarga napi #wbp #lapas banyuwangi #tangis haru #napi