RADARBANYUWANGI.ID – Sempadan jembatan di Dusun Curahleduk, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi ambrol pada Minggu dini hari (22/3).
Peristiwa ini mengakibatkan akses warga terganggu, terutama untuk kendaraan roda empat yang kini tidak bisa melintas.
Kerusakan terjadi pada bagian sayap jembatan yang tergerus derasnya aliran sungai. Material konstruksi berupa bata merah bersusun tampak runtuh dan berserakan di dasar sungai dengan ketinggian sekitar 10 meter.
Meski demikian, kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas secara terbatas lantaran tidak adanya jalur alternatif bagi warga setempat.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kalibaru, Mad Sholeh, mengatakan bahwa peristiwa ambrolnya jembatan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat kejadian berlangsung, tidak ada warga yang melintas di lokasi.
“Tidak ada korban karena saat itu kondisi jalan sepi. Tapi warga sempat panik karena mendengar suara gemuruh saat jembatan roboh,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, warga langsung bergerak cepat dengan menyebarkan informasi dan menutup akses jalan guna mencegah adanya pengendara yang melintas dan berpotensi terjatuh.
Dipicu Hujan Deras dan Arus Sungai Meningkat
Mad Sholeh menjelaskan, sebelum kejadian wilayah Kalibaru diguyur hujan deras sejak Sabtu malam (21/3). Intensitas hujan yang tinggi berlangsung hingga tengah malam, menyebabkan debit air sungai meningkat drastis.
“Hujan terus sejak malam, debit air sungai yang semula kecil meningkat cukup signifikan,” jelasnya.
Derasnya arus sungai tersebut diduga kuat menjadi penyebab tergerusnya bagian bawah jembatan hingga akhirnya ambrol.
BPBD Pasang Pembatas, Struktur Tanah Masih Labil
Pasca kejadian, Tim BPBD langsung melakukan penanganan awal dengan memasang pembatas di sekitar lokasi jembatan yang rusak.
Langkah ini dilakukan untuk menghindari risiko kecelakaan, mengingat kondisi tanah di sekitar masih belum stabil.
“Kami sudah beri pembatas supaya tidak ada yang mendekat, karena struktur tanahnya masih labil,” kata Mad Sholeh.
Selain itu, pihaknya juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah setempat. Jajaran Pemerintah Kecamatan Kalibaru pun telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan observasi.
Dalam waktu dekat, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dijadwalkan akan melakukan pengecekan lebih lanjut guna menentukan langkah perbaikan.
Akses Vital Warga dan Jalur Logistik
Salah satu warga sekitar, Suginah (53), mengungkapkan bahwa meskipun akses kendaraan roda empat terputus, aktivitas warga masih bisa berjalan dengan memanfaatkan jalur tersebut menggunakan sepeda motor.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat, termasuk untuk aktivitas sekolah dan distribusi logistik.
“Jalur ini penting. Anak-anak sekolah lewat sini, dan juga sering digunakan kendaraan logistik,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar akses kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terganggu dalam jangka panjang.
Perlu Penanganan Cepat
Kondisi jembatan yang ambrol ini menjadi perhatian serius, mengingat wilayah Kalibaru dikenal memiliki intensitas curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana serupa.
Diperlukan penanganan cepat dan perbaikan infrastruktur secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus memastikan keselamatan dan kelancaran mobilitas warga.
Hingga kini, warga diminta tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi dan mematuhi pembatas yang telah dipasang petugas. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin