RADARBANYUWANGI.ID – Arus lalu lintas di wilayah Kecamatan Genteng hingga Sempu, Banyuwangi, mengalami kemacetan panjang pada Selasa (24/3).
Kepadatan terjadi di sejumlah titik strategis dan didominasi kendaraan roda empat yang memadati ruas jalan utama maupun jalur alternatif.
Kemacetan terparah terpantau di simpang tiga Dusun Curahketangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng, simpang tiga Dusun Klontang, Desa Temuguruh, hingga kawasan sekitar Stasiun Kalisetail.
Deretan kendaraan mengular panjang dari berbagai arah, baik dari jalur utama maupun jalur lingkar desa.
Mayoritas kendaraan ditumpangi warga yang melakukan perjalanan arus balik usai merayakan Idul Fitri di kampung halaman.
Namun, lonjakan kendaraan juga dipicu tingginya minat masyarakat yang hendak berwisata ke sejumlah destinasi di wilayah Sempu dan sekitarnya, terutama ke Wisata Gerbang Raung.
Antrean Mengular hingga Dua Jam
Kepadatan di Kecamatan Sempu terpantau mulai dari Pasar Rakyat Dusun Panjen, Desa Jambewangi, hingga membentang melewati Stasiun Kalisetail sampai Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Sempu.
Seorang sopir angkutan online, Akhmad Sanusi, mengaku terjebak kemacetan cukup lama saat melintas di kawasan tersebut.
“Tadi pagi sampai sebelum duhur jalanan macet, antrean mobil sangat panjang,” ujarnya.
Menurutnya, simpul kemacetan terparah berada di simpang tiga arah Desa Kaligondo (Genteng) menuju Dusun Panjen, Jambewangi.
“Di simpang tiga menuju arah Jambewangi itu paling parah. Untuk bisa sampai jalan besar saya terjebak dua jam. Padahal normalnya hanya sekitar 15 menit,” keluhnya.
Tak hanya di jalur utama, kepadatan juga terjadi di akses menuju pintu masuk wisata.
Banyak kendaraan pribadi harus mengantre panjang untuk masuk ke area wisata, sehingga memperparah kondisi lalu lintas di jalan kampung.
Jalur Gumitir Padat, Polisi Turun Tangan
Sementara itu, di wilayah Kecamatan Genteng, kepadatan terpantau dari depan SPBU Curahketangi hingga perbatasan Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore.
Arus kendaraan didominasi dari arah timur menuju jalur penghubung utama ke arah Gumitir.
Anggota Unit Lantas Polsek Genteng, Aiptu Hasyim Ashari, mengatakan bahwa pihaknya langsung turun ke lapangan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang datang dari berbagai arah.
“Kepadatan khususnya kendaraan dari arah timur menuju Jalur Gumitir. Selain itu juga dari jalur lingkar Dusun Balokan, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari,” jelasnya.
Petugas melakukan pengaturan lalu lintas secara manual di titik-titik rawan guna mencegah kemacetan semakin parah.
Jalur Alternatif Ikut Tersendat
Kemacetan juga merembet ke jalur alternatif yang menghubungkan Kecamatan Genteng dengan sejumlah wilayah lain seperti Songgon, Singojuruh, hingga Rogojampi.
Di Desa Temuguruh dan Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, arus kendaraan tampak padat merayap. Kendaraan roda dua dan roda empat saling berdesakan di jalan yang relatif sempit.
Kapolsek Sempu AKP Satrio Wibowo menyebut, peningkatan volume kendaraan menjadi penyebab utama kepadatan yang tidak biasa tersebut.
“Pengguna jalan memang meningkat jumlahnya. Mungkin karena masyarakat mau ke tempat wisata atau silaturahmi ke saudara,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu titik rawan kemacetan berada di simpang tiga Dusun Klontang, Desa Gendoh, tepatnya di sebelah timur Pasar Rakyat Gendoh.
“Di pertigaan ini sering macet karena jalannya sempit dan banyak kendaraan papasan ke arah Songgon,” tambahnya.
Polisi Intensifkan Pengamanan dan Patroli Wisata
Untuk mengurai kepadatan, pihak kepolisian telah menurunkan sejumlah personel di berbagai titik.
Tidak hanya dari unit lalu lintas, Bhabinkamtibmas juga dilibatkan untuk membantu pengaturan arus kendaraan.
“Anggota kami turunkan untuk mengatur lalu lintas agar kemacetan bisa terurai. Selain itu patroli di lokasi wisata juga kami intensifkan,” pungkas Satrio.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran, kepolisian mengimbau pengguna jalan untuk tetap tertib, bersabar, dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
Lonjakan kendaraan diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, seiring dengan puncak arus balik dan tingginya aktivitas wisata di Banyuwangi. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin