RADARBANYUWANGI.ID – Warga Kampung Kesambi Rampak, Desa Gunung Malang, Kecamatan Suboh, Situbondo dibuat resah dengan temuan dua sarang tawon berukuran cukup besar yang menempel di atap rumah salah satu warga.
Keberadaan sarang tersebut dinilai membahayakan karena diduga merupakan sarang tawon jenis vespa yang dikenal agresif dan berisiko fatal jika menyerang.
Sarang tawon berukuran besar itu ditemukan di rumah milik Selsa. Ia mengaku khawatir karena posisi sarang berada tepat di atap rumahnya dan berpotensi menyerang penghuni rumah sewaktu-waktu.
“Awalnya saya lihat di atap rumah ada sarang tawon cukup besar. Saya langsung takut dan segera menghubungi Pemadam Kebakaran,” ujarnya.
Diduga Tawon Vespa yang Agresif dan Mematikan
Humas Pemadam Kebakaran, Hidayat, menjelaskan bahwa sarang tersebut memiliki ukuran relatif besar dan diduga kuat merupakan sarang tawon vespa.
Jenis ini dikenal memiliki sengatan yang tidak hanya menyakitkan, tetapi juga dapat membahayakan nyawa.
“Ternyata sarangnya besar dan bisa berbahaya jika disengat,” ujarnya, Senin (23/3).
Menurutnya, keberadaan sarang tawon vespa tidak boleh dianggap sepele. Selain agresif, serangan secara berkelompok dapat meningkatkan risiko korban mengalami reaksi serius hingga kematian, terutama bagi individu dengan alergi.
Proses Evakuasi Berisiko Tinggi
Tim Damkar yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Namun, proses tersebut tidak berlangsung mudah. Petugas harus menggunakan tangga untuk mencapai posisi sarang yang berada di ketinggian atap rumah.
“Sebelum tim berhasil mengamankan, petugas harus menaiki tangga untuk mencapai sarang di atap,” tambah Hidayat.
Evakuasi dilakukan secara hati-hati dan bertahap guna meminimalkan risiko serangan tawon. Dengan perlengkapan khusus, petugas memastikan sarang dapat diambil tanpa menimbulkan gangguan lebih lanjut.
Berhasil Diamankan, Warga Kini Tenang
Setelah melalui proses yang cukup menegangkan, kedua sarang tawon akhirnya berhasil diamankan oleh tim Damkar. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, dan situasi di sekitar rumah kembali kondusif.
“Alhamdulillah sarang tawon bisa segera diambil, jadi pemilik rumah sudah tenang,” jelasnya.
Selsa pun mengaku lega setelah sarang tawon berhasil dievakuasi. Ia menyebut prosesnya cukup lama karena petugas harus ekstra hati-hati.
“Proses evakuasi cukup lama karena harus hati-hati, tapi Alhamdulillah sudah aman dan tidak ada korban,” pungkasnya.
Imbauan Penting dari Damkar
Pihak Pemadam Kebakaran mengingatkan masyarakat untuk tidak mencoba menangani sarang serangga berbahaya secara mandiri.
Risiko sengatan dan serangan berkelompok sangat tinggi, terutama tanpa perlengkapan dan keahlian yang memadai.
“Kami mengimbau masyarakat jika ada kondisi darurat atau membahayakan segera menghubungi layanan Damkar agar bisa ditangani dengan aman,” tegas Hidayat.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap keberadaan sarang tawon di sekitar tempat tinggal, terutama di area tersembunyi seperti atap rumah. (rif/sgt)
Editor : Ali Sodiqin