RADARBANYUWANGI.ID – Nasib apes menimpa Samsuri, 55, warga Dusun Krajan, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu.
Rumah yang ia tempati mengalami kerusakan cukup parah setelah diterjang angin kencang pada Senin sore (16/3).
Peristiwa tersebut terjadi setelah wilayah Kecamatan Sempu dan sekitarnya dilanda angin kencang sejak Minggu pagi.
Hembusan angin yang cukup kuat membuat sejumlah bangunan warga terdampak, termasuk rumah milik Samsuri.
Beruntung, saat kejadian berlangsung tidak ada korban jiwa. Seluruh penghuni rumah selamat karena sedang berada di ruang tamu, jauh dari titik bangunan yang mengalami kerusakan paling parah.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi di Kecamatan Sempu, Tumari, mengungkapkan bahwa bagian dapur menjadi area yang paling terdampak dalam insiden tersebut.
“Bagian atap dapurnya ambruk karena angin. Temboknya juga rusak,” ujarnya.
Menurut Tumari, struktur dapur yang menggunakan material batako tidak mampu menahan terpaan angin kencang yang terjadi secara terus-menerus. Akibatnya, atap dan sebagian dinding dapur runtuh dalam waktu singkat.
Meski demikian, kerusakan tidak merembet ke bagian utama rumah tempat keluarga Samsuri beristirahat. Hal ini menjadi faktor penting yang mencegah terjadinya korban dalam peristiwa tersebut.
“Seisi rumah saat itu sedang istirahat di ruang tamu. Jadi tidak sampai terkena reruntuhan,” jelasnya.
Sesaat setelah kejadian, warga sekitar langsung berdatangan untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan puing-puing bangunan yang ambruk.
Gotong royong dilakukan untuk mempercepat penanganan awal dan mengurangi dampak lanjutan.
Selain rumah Samsuri, angin kencang juga dilaporkan merusak satu rumah warga lainnya. Rumah milik Adi Irawan, 38, yang berada di Dusun Tojo Kidul, Desa Temuguruh, turut terdampak.
“Kerusakan terjadi pada bagian atap akibat angin kencang. Namun tidak terlalu parah dan tidak menimbulkan korban,” tambah Tumari.
Sementara itu, Camat Sempu Mujito memastikan pihak kecamatan telah bergerak cepat dengan mendatangi lokasi kejadian.
Selain melakukan pendataan kerusakan, bantuan darurat juga langsung disalurkan kepada warga terdampak.
“Kami sudah langsung ke lokasi untuk melihat kondisi kerusakan dan menyalurkan bantuan sembako,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, pihak kecamatan juga menginstruksikan pemerintah desa setempat untuk meningkatkan upaya mitigasi bencana.
Salah satunya dengan melakukan perempesan atau pemangkasan ranting pohon yang berpotensi tumbang.
“Kami minta dilakukan perawatan pohon di sekitar permukiman warga sebagai pencegahan agar tidak terjadi pohon tumbang yang bisa menimpa rumah,” tegas Mujito.
Pihak BPBD Banyuwangi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi, terutama di masa peralihan musim seperti saat ini.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk memperkuat struktur bangunan rumah serta rutin melakukan pengecekan lingkungan sekitar guna meminimalisasi risiko saat terjadi bencana alam. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin