RADARBANYUWANGI.ID – Insiden keributan terjadi di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Minggu dini hari (15/3).
Puluhan remaja dilaporkan mendatangi rumah dinas bupati tersebut dan diduga melakukan pengeroyokan terhadap dua petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang sedang berjaga.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.36 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan diduga dipicu teguran petugas kepada sekelompok remaja yang kedapatan menggelar pesta minuman keras (miras) di trotoar depan pendapa.
Tidak terima ditegur, sekelompok remaja tersebut diduga mendatangi area pendapa dan mencari petugas yang sebelumnya menegur mereka.
Mencari Petugas yang Menegur
Informasi yang diperoleh menyebutkan, sejumlah remaja yang sebelumnya nongkrong di sekitar kawasan pendapa sempat ditegur oleh dua anggota Satpol PP yang bertugas jaga malam.
Petugas meminta para remaja tersebut untuk menghentikan aktivitas minum minuman keras di area trotoar depan pendapa karena dinilai mengganggu ketertiban umum.
Namun teguran tersebut diduga tidak diterima dengan baik oleh kelompok remaja tersebut.
Tak lama setelah kejadian itu, puluhan remaja dilaporkan mendatangi area Pendapa Sabha Swagata Blambangan untuk mencari dua petugas yang menegur mereka.
Situasi kemudian memanas hingga terjadi dugaan aksi pengeroyokan terhadap dua anggota Satpol PP tersebut.
Satpol PP Benarkan Insiden Pengeroyokan
Kepala Satpol PP Banyuwangi Yoppy Bayu Irawan membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebutkan bahwa dua anggota Satpol PP yang sedang bertugas menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok remaja.
“Jadi mereka melakukan penganiayaan kepada anggota kami. Aksi itu dilakukan oleh sekelompok remaja yang tidak terima ditegur oleh anggota kami karena melakukan kegiatan pesta miras,” kata Yoppy.
Menurutnya, kejadian tersebut bermula ketika anggota Satpol PP yang sedang berjaga mencurigai adanya aktivitas yang dinilai kurang baik di sekitar trotoar depan pendapa.
Setelah melakukan pengecekan, petugas mendapati sekelompok remaja sedang mengonsumsi minuman keras.
Anggota Satpol PP kemudian memberikan teguran agar aktivitas tersebut dihentikan.
Namun teguran tersebut justru memicu reaksi emosional dari kelompok remaja tersebut.
“Nah, saat itulah segerombolan remaja tersebut tidak terima dan kemudian mengejar anggota kami sampai masuk ke area pendapa,” jelasnya.
Dua Anggota Satpol PP Terluka
Akibat insiden tersebut, dua anggota Satpol PP yang sedang bertugas dilaporkan mengalami cedera.
Meski tidak dijelaskan secara rinci mengenai tingkat luka yang dialami korban, keduanya disebut mengalami luka akibat aksi pengeroyokan tersebut.
Yoppy menegaskan bahwa pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut, terlebih aksi yang dilakukan para remaja tersebut telah mengarah pada tindak pidana.
Untuk memberikan efek jera, pihak Satpol PP telah meminta kepolisian untuk menindaklanjuti kejadian tersebut secara hukum.
“Tentu kita berharap insiden ini tidak terulang lagi. Namun untuk memberikan efek jera, kami meminta aparat kepolisian melakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Sementara itu, Kapolsek Banyuwangi AKP Hendry Christianto juga membenarkan adanya keributan yang terjadi di kawasan pendapa tersebut.
Namun pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti insiden tersebut.
Menurut Hendry, saat petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian, kelompok remaja yang diduga terlibat keributan sudah lebih dulu membubarkan diri.
“Memang benar ada sekelompok remaja yang bersitegang di pendapa. Namun saat anggota polisi datang, mereka sudah membubarkan diri,” ujarnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan koordinasi dengan pihak korban serta Satpol PP untuk mengumpulkan keterangan terkait peristiwa tersebut.
Polisi juga membuka kemungkinan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengidentifikasi para pelaku yang terlibat dalam insiden tersebut.
“Kami masih berkoordinasi dengan pihak korban maupun Satpol PP untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (rio/sgt)
Editor : Ali Sodiqin