RADARBANYUWANGI.ID – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, pada Sabtu (14/3).
Akibatnya, sejumlah pohon berukuran besar tumbang dan menutup badan jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Singojuruh dengan Desa Gendoh, Kecamatan Sempu.
Total terdapat delapan pohon besar yang roboh akibat terpaan angin kencang. Pohon-pohon tersebut melintang di badan jalan raya provinsi, sehingga arus lalu lintas di jalur tersebut sempat lumpuh total selama proses evakuasi berlangsung.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, pengguna jalan sempat harus menunggu hingga beberapa jam sampai jalur kembali dapat dilalui kendaraan.
Hujan Deras Mulai Siang Hari
Camat Singojuruh Iwan Yos Sugiharto menjelaskan, hujan deras yang disertai angin kencang mulai menerjang wilayah Singojuruh dan sekitarnya sejak sekitar pukul 13.00 WIB.
Cuaca buruk tersebut menyebabkan sejumlah pohon yang berada di tepi jalan tidak mampu menahan terpaan angin hingga akhirnya tumbang.
“Ada delapan pohon besar yang tumbang dan menutupi jalan utama,” ujar Iwan, kemarin (15/3).
Pohon-pohon yang tumbang tersebut sebagian besar berada di sepanjang jalur utama yang menjadi penghubung antarwilayah di bagian selatan Banyuwangi.
Enam Pohon Tumbang di Dusun Kemiren
Dari delapan pohon yang roboh, sebagian besar berada di jalan raya Dusun Kemiren, Desa/Kecamatan Singojuruh.
Tercatat sebanyak enam pohon berukuran besar tumbang di kawasan tersebut hingga menutup sebagian besar badan jalan.
Sementara itu, dua pohon lainnya tumbang di tepi Jalan Raya Desa Gumirih, yang juga merupakan jalur penghubung penting menuju wilayah Kecamatan Sempu.
Kondisi pohon yang melintang di badan jalan membuat kendaraan tidak bisa melintas sama sekali.
Akibatnya, arus lalu lintas dari kedua arah sempat terhenti total.
Evakuasi Libatkan BPBD dan Warga
Setelah menerima laporan dari masyarakat, pihak kecamatan segera bergerak cepat untuk melakukan penanganan.
Informasi mengenai pohon tumbang tersebut pertama kali diterima melalui program Lapor Camat, yang menjadi salah satu sarana komunikasi warga dengan pemerintah kecamatan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak Kecamatan Singojuruh langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi serta Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Singojuruh.
Tim gabungan kemudian turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi batang dan ranting pohon yang menutup jalan.
Selain petugas, warga sekitar juga turut membantu proses pembersihan agar jalur bisa segera dibuka kembali.
“Proses evakuasi dilakukan secara bersama-sama dengan semangat guyub-rukun antara petugas dan warga,” terang Iwan.
Jalan Kembali Normal Setelah Tiga Jam
Proses evakuasi pohon tumbang dilakukan menggunakan peralatan pemotong kayu serta alat berat sederhana.
Batang pohon yang berukuran besar harus dipotong menjadi beberapa bagian agar mudah dipindahkan dari badan jalan.
Berkat kerja sama tim gabungan yang solid, proses pembersihan akhirnya dapat diselesaikan dalam waktu relatif cepat.
“Sekitar pukul 16.30 WIB, batang serta dahan pohon yang melintang berhasil disingkirkan dan lalu lintas kembali normal,” ungkap Iwan.
Setelah jalur terbuka, kendaraan yang sebelumnya mengantre di kedua sisi jalan akhirnya dapat kembali melintas.
Satu Rumah Warga Rusak
Selain menyebabkan pohon tumbang, cuaca ekstrem tersebut juga berdampak pada kerusakan rumah warga.
Satu rumah milik Munir, warga Desa Alasmalang, dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terpaan angin kencang.
Beberapa genting rumah terlepas sehingga bagian dalam rumah sempat terkena air hujan.
Meski demikian, kerusakan yang terjadi tidak terlalu parah.
Warga sekitar langsung membantu pemilik rumah untuk memperbaiki bagian atap yang rusak agar rumah dapat segera ditempati kembali.
“Pemilik rumah dibantu warga langsung memperbaiki genting yang rusak agar bisa segera ditempati kembali,” pungkasnya.
Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
Pemerintah kecamatan juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Warga diminta berhati-hati ketika melintas di jalur yang banyak ditumbuhi pohon besar, terutama saat hujan deras dan angin kencang.
Selain itu, masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila terjadi kejadian darurat agar dapat segera ditangani oleh pihak berwenang.
Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, petugas, dan masyarakat, diharapkan dampak bencana akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin