Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Usai Disiram Air Keras, Aktivis KontraS Andrie Yunus Harus Jalani Operasi Mata di RSCM Jakarta

Ali Sodiqin • Minggu, 15 Maret 2026 | 06:00 WIB

Andrie Yunus diserang menggunakan air keras oleh orang tidak dikenal.
Andrie Yunus diserang menggunakan air keras oleh orang tidak dikenal.

RADARBANYUWANGI.ID - Aktivis muda Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban serangan penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di wilayah Senen, Jakarta Pusat.

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka serius pada sejumlah bagian tubuh dan harus menjalani operasi medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Operasi dilakukan pada Jumat (13/3/2026) dengan fokus utama pada mata kanan korban yang mengalami luka paling parah akibat cairan kimia tersebut.

Pengurus KontraS Jane Rosalina mengungkapkan bahwa selain luka pada mata, Andrie juga mengalami luka cukup serius di beberapa bagian tubuh lainnya.

“Luka tidak hanya di mata kanan, tetapi juga terdapat pada bagian wajah, dada, serta kedua tangan,” ujar Jane dalam keterangannya.

Diserang Dua Orang Bermotor

Peristiwa penyerangan terjadi pada Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 23.30. Saat itu Andrie tengah mengendarai sepeda motor di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Tiba-tiba dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor mendekati korban.

Tanpa banyak interaksi, pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban sebelum kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian.

Rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi menunjukkan bahwa pelaku diduga telah mengincar korban sejak awal.

Dalam rekaman tersebut terlihat dua pelaku yang berboncengan sepeda motor secara sengaja mendekati Andrie sebelum melakukan penyerangan.

Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi.

Diduga Bentuk Teror terhadap Aktivis

Peristiwa penyerangan terhadap Andrie Yunus memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, khususnya kelompok masyarakat sipil.

Sejumlah aktivis dan organisasi masyarakat sipil menilai serangan tersebut sebagai bentuk teror terhadap para pembela hak asasi manusia di Indonesia.

Kasus ini dinilai menambah daftar panjang kekerasan yang dialami para aktivis yang selama ini vokal menyuarakan isu-isu publik.

KontraS sendiri dikenal sebagai organisasi yang aktif mengadvokasi kasus pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia.

Pemerintah Minta Kasus Diusut Tuntas

Pemerintah turut memberikan perhatian serius terhadap peristiwa tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menilai pola penyerangan yang terjadi terhadap Andrie Yunus menunjukkan adanya indikasi serangan yang terencana.

Karena itu ia meminta aparat penegak hukum tidak hanya mengungkap pelaku lapangan.

Menurutnya, kepolisian juga harus mampu mengungkap kemungkinan adanya aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.

“Pola serangan ini menunjukkan ada unsur terencana dan terorganisasi. Aparat harus mengungkap tidak hanya eksekutornya, tetapi juga aktor di baliknya,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai juga mengecam keras tindakan kekerasan terhadap aktivis tersebut.

Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap pembela HAM merupakan ancaman serius terhadap demokrasi.

Polri Beri Atensi Khusus

Kepolisian Republik Indonesia menyatakan telah memberikan perhatian khusus terhadap kasus penyerangan tersebut.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Jhonny Edison Isir mengatakan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memberikan atensi khusus terhadap pengungkapan kasus tersebut.

Penyelidikan kini dilakukan oleh Polda Metro Jaya dengan dukungan dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto menjelaskan bahwa tim penyidik tengah mengumpulkan berbagai bukti, termasuk rekaman CCTV dan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian.

“Polda Metro Jaya mendapat dukungan dari Bareskrim Polri dalam penyelidikan kasus ini,” ujarnya.

Sorotan Internasional

Kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus juga mendapat perhatian dari komunitas internasional.

Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Hak Asasi Manusia, Volker Türk, mengecam keras serangan tersebut.

Menurutnya, para pembela hak asasi manusia memiliki peran penting dalam mengangkat berbagai isu publik sehingga harus mendapatkan perlindungan.

Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap aktivis tidak boleh dibiarkan terjadi.

Politisi Desak Penegakan Hukum

Sejumlah tokoh politik juga turut menyuarakan kecaman terhadap peristiwa tersebut.

Ketua DPP PDI Perjuangan Ronny Talapessy menyebut penyerangan terhadap Andrie Yunus sebagai tindakan pengecut.

Menurutnya, kejadian tersebut memperpanjang daftar kekerasan terhadap pihak-pihak yang bersuara kritis.

“Ini tindakan pengecut dan menambah daftar panjang teror terhadap pihak yang menyuarakan kritik,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi XIII DPR Andreas Hugo Pareira juga mengutuk keras aksi kekerasan tersebut.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendesak kepolisian segera mengungkap pelaku penyerangan.

Ia menilai kasus tersebut harus diusut secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.

“Saya yakin pelaku penyiraman air keras ini bukan dari aparat penegak hukum. Namun tetap harus diungkap secara jelas siapa pelakunya,” tegasnya.

Kasus ini kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Sementara itu kondisi Andrie Yunus masih dalam pemantauan tim medis setelah menjalani operasi akibat luka serius yang dialaminya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#serangan aktivis HAM Jakarta #penyerangan aktivis Kontras #Andrie Yunus disiram air keras #kasus penyiraman air keras 2026 #aktivis KontraS diserang