RADARBANYUWANGI.ID – Kapal penyeberangan KMP Portlink VII dipastikan dapat kembali beroperasi untuk melayani Angkutan Lebaran (Angleb) di lintasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Saat ini kapal jenis Ro-Ro dengan panjang sekitar 55 meter tersebut tengah menjalani proses perbaikan setelah sebelumnya mengalami insiden kebakaran.
Perbaikan dilakukan di kawasan Dermaga Bulusan yang berada di area Pelabuhan Ketapang.
Insiden kebakaran terjadi pada Rabu malam (11/3) ketika kapal sedang menjalani proses muat penumpang di Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang. Api diketahui muncul dari beberapa komponen listrik di bagian kanan dek penumpang kapal.
Beruntung, kebakaran dapat segera ditangani oleh petugas sehingga tidak meluas ke bagian kapal lainnya. Dalam waktu sekitar 30 menit, api berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim pemadam.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Arief Eko Kurnianjah mengatakan bahwa saat ini proses perbaikan kapal terus dipercepat agar dapat kembali beroperasi melayani penyeberangan.
“InsyaAllah hari Minggu (15/3) kapal sudah bisa kembali beroperasi,” ujarnya.
Menurut Arief, proses perbaikan tidak hanya dilakukan oleh teknisi internal, tetapi juga diawasi oleh sejumlah lembaga terkait untuk memastikan keselamatan kapal sebelum kembali dioperasikan.
Pengawasan tersebut melibatkan KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) serta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).
Arief berharap kembalinya KMP Portlink VII ke jalur penyeberangan dapat membantu memperlancar arus kendaraan selama musim angkutan Lebaran.
Apalagi pada periode Angleb tahun ini, ASDP berupaya mengoptimalkan operasional kapal-kapal berkapasitas besar untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali maupun sebaliknya.
“Dengan kembali beroperasinya kapal ini, diharapkan bisa membantu kelancaran arus penyeberangan Ketapang–Gilimanuk selama masa angkutan Lebaran,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi akibat kebakaran tidak menyentuh bagian mesin utama kapal.
Menurutnya, kebakaran hanya terjadi pada jaringan listrik di area dek penumpang sehingga perbaikannya dapat dilakukan dengan relatif cepat.
“Yang terkena kebakaran hanya jaringan listrik, bukan mesin kapal. Kalau sampai mesin yang rusak tentu kapal tidak bisa segera beroperasi,” tegas Arief.
Sebelumnya, manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan bahwa operasional penyeberangan di Pelabuhan Ketapang tetap berjalan normal meskipun sempat terjadi insiden kebakaran di salah satu kapal.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menjelaskan bahwa kebakaran berhasil ditangani dengan cepat oleh petugas sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Seluruh penumpang dan kendaraan yang berada di dalam kapal juga berhasil dievakuasi dengan aman.
Dalam kejadian tersebut terdapat sejumlah kendaraan logistik yang berada di dalam kapal. Untuk memastikan perjalanan tetap berlanjut, kendaraan tersebut langsung dialihkan ke kapal lain.
Sebanyak 12 unit truk logistik dipindahkan ke kapal KMP Jambo untuk melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Sementara itu satu unit truk yang sempat tertinggal telah mendapatkan penanganan layanan dari pihak ASDP.
“Terkait proses pemeriksaan lanjutan masih dilakukan untuk memastikan kesiapan kapal sebelum kembali beroperasi,” ujar Windy.
Dengan proses perbaikan yang sedang berlangsung serta pengawasan dari berbagai pihak terkait, ASDP optimistis KMP Portlink VII dapat segera kembali melayani penyeberangan dan mendukung kelancaran arus mudik Lebaran di lintasan Ketapang–Gilimanuk. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin