RADARBANYUWANGI.ID – Warga di sejumlah desa di Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi mengalami pemadaman listrik atau black out pada Rabu malam (11/3) hingga Kamis dini hari (12/3).
Pemadaman listrik terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Desa Sempu, Desa Temuasri, dan Desa Jambewangi.
Warga mencatat pemadaman listrik terjadi hingga tiga kali sejak pukul 20.00 hingga sekitar pukul 02.20 dini hari.
Gangguan listrik tersebut dipicu oleh pohon pinus yang tumbang akibat angin kencang dan menimpa jaringan listrik di wilayah Dusun Tojo Lor, Desa Temuguruh.
Pohon Pinus Tumbang Picu Korsleting
Koordinator Teknik PLN ULP Genteng, Yanu Bromo menjelaskan bahwa pohon pinus yang berada di area hutan tumbang setelah diterpa angin kencang.
Batang pohon tersebut kemudian menimpa jaringan listrik hingga menyebabkan korsleting.
“Di wilayah Sempu, Temuasri, dan Jambewangi listrik sebenarnya sudah menyala sekitar pukul 23.20. Namun ada satu kampung di Temuguruh yang baru menyala sekitar pukul 02.20 karena dampak pohon tumbang tersebut,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat petugas PLN harus bekerja lebih lama untuk memperbaiki kerusakan jaringan listrik.
Angin Kencang Terjadi Sejak Sore
Menurut Yanu, kondisi cuaca di wilayah tersebut memang sudah menunjukkan tanda-tanda angin kencang sejak sore hari.
Tak lama setelah malam tiba, pihak PLN menerima laporan adanya pohon tumbang yang mengenai jaringan listrik.
Setelah menerima laporan tersebut, petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
“Begitu ada laporan pohon roboh, petugas PLN langsung menuju lokasi untuk melakukan perbaikan jaringan,” ujarnya.
Gangguan Juga Terjadi di Kecamatan Lain
Selain di wilayah Kecamatan Sempu, gangguan listrik juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah lain di Banyuwangi.
Di antaranya di Desa Sumbersari, Kecamatan Srono serta beberapa titik di Kecamatan Genteng.
Gangguan tersebut umumnya dipicu oleh cuaca buruk yang memicu pohon tumbang maupun gangguan jaringan listrik.
Perbaikan Jaringan Dilakukan Petugas
Untuk memulihkan aliran listrik, petugas PLN melakukan sejumlah perbaikan di lokasi kejadian.
Perbaikan tersebut meliputi penggantian konstruksi pada jaringan tegangan rendah (JTR) serta jaringan tegangan menengah (JTM).
“Mayoritas perbaikan berupa penggantian konstruksi jaringan. Namun ada juga kabel yang putus dan harus disambung kembali,” terang Yanu.
Proses perbaikan dilakukan secara bertahap hingga akhirnya aliran listrik di seluruh wilayah terdampak dapat kembali normal.
PLN Lakukan Upaya Pencegahan
Yanu menegaskan bahwa pihak PLN sebenarnya telah melakukan berbagai langkah pencegahan guna meminimalkan gangguan listrik akibat pohon tumbang.
Salah satunya dengan melakukan pengeprasan atau pemangkasan pohon yang tumbuh di dekat jaringan listrik.
Namun, luasnya wilayah Banyuwangi serta keterbatasan sarana dan sumber daya manusia membuat kegiatan tersebut harus dilakukan secara bergantian.
“Petugas harus bergantian melakukan pengeprasan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik,” ujarnya.
Warga Diminta Waspada Saat Cuaca Buruk
Peristiwa pemadaman listrik ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada saat terjadi cuaca ekstrem seperti angin kencang.
Selain berpotensi menyebabkan pohon tumbang, kondisi tersebut juga dapat memicu gangguan jaringan listrik.
PLN juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan pohon tumbang atau kabel listrik yang berpotensi membahayakan.
Dengan kerja sama antara masyarakat dan petugas, diharapkan gangguan listrik akibat cuaca buruk dapat ditangani lebih cepat dan risiko bahaya dapat diminimalkan. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin