RADARBANYUWANGI.ID – Warga Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi digegerkan dengan penemuan jasad seorang bocah di aliran sungai Dam Kabeanem pada Rabu sore (11/3).
Korban diketahui berinisial MH, 7 tahun, warga Dusun Padangbulan, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.
Bocah malang tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai kawasan Desa Kebondalem.
Dari hasil pemeriksaan awal oleh petugas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban meninggal dunia akibat terseret arus sungai.
Warga Temukan Jasad Bocah di Sungai
Kapolsek Bangorejo Hariyanto mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga mengenai penemuan mayat seorang anak di aliran sungai Dam Kabeanem sekitar pukul 14.15 WIB.
Menurutnya, warga yang pertama kali melihat tubuh korban terbawa arus sungai langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas kepolisian.
“Warga melihat ada mayat yang terbawa arus di sungai kemudian langsung melapor ke Polsek Bangorejo,” ujarnya.
Setelah menerima laporan, petugas bersama warga segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan proses evakuasi.
Ayah Korban Sempat Tidak Menyangka
Tak lama setelah penemuan jasad tersebut, ayah korban kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian saat hendak pulang dari bengkel.
Ia melihat adanya kerumunan warga di sekitar sungai. Kerumunan tersebut ternyata berkaitan dengan penemuan jasad seorang anak.
Saat itu, ayah korban mulai merasa khawatir karena anaknya diketahui memiliki kondisi berkebutuhan khusus dan sering berada di luar rumah.
“Ia langsung pulang ke rumah untuk memastikan keberadaan anaknya, namun korban tidak ditemukan di rumah,” jelas Hariyanto.
Merasa cemas, ayah korban kembali ke lokasi kejadian untuk memastikan identitas korban yang ditemukan di sungai.
Saat proses evakuasi dilakukan, keluarga akhirnya memastikan bahwa jasad yang ditemukan tersebut memang merupakan anaknya.
Diduga Terseret Arus Sungai
Setelah korban berhasil dievakuasi dari sungai, warga kemudian membantu membawa jenazah ke rumah duka.
Pihak kepolisian bersama tim medis kemudian mendatangi rumah korban untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi tubuh korban.
Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh bocah tersebut.
“Tubuh korban cenderung kurus dan tidak ditemukan luka. Diduga korban meninggal sekitar satu jam sebelum ditemukan,” terang Hariyanto.
Selain itu, diketahui bahwa korban memiliki riwayat gangguan mental yang membuatnya membutuhkan pengawasan khusus.
Polisi menduga korban terjatuh ke sungai dan kemudian terseret arus hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Keluarga Tolak Autopsi
Untuk memastikan secara pasti penyebab kematian korban, sebenarnya diperlukan pemeriksaan lanjutan berupa autopsi atau bedah mayat.
Namun, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan memilih menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Untuk mengetahui penyebab kematian secara pasti sebenarnya perlu dilakukan otopsi. Namun keluarga menolak dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” jelasnya.
Setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah korban kemudian diserahkan kembali kepada keluarga untuk dimakamkan.
Imbauan Kepada Orang Tua
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka.
Apalagi bagi anak yang memiliki kebutuhan khusus atau kondisi kesehatan tertentu, pengawasan ekstra sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan.
Sementara itu, aparat kepolisian mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar sungai atau kawasan rawan bahaya agar lebih waspada, khususnya saat musim hujan ketika arus sungai cenderung lebih deras. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin