Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perempuan 20 Tahun Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi Purwoharjo Banyuwangi, Diduga Epilepsi Kambuh

Zamrozi Wahyu • Rabu, 11 Maret 2026 | 00:30 WIB

Petugas medis bersama anggota Polsek Purwoharjo sedang melakukan olah TKP di aliran irigasi di kawasan persawahan Desa/Kecamatan Purwoharjo pada Senin (9/3).
Petugas medis bersama anggota Polsek Purwoharjo sedang melakukan olah TKP di aliran irigasi di kawasan persawahan Desa/Kecamatan Purwoharjo pada Senin (9/3).

RADARBANYUWANGI.ID – Warga Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan muda di saluran irigasi pada Senin (9/3) sore.

Korban diketahui berinisial YN, 20, warga Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di aliran irigasi di wilayah setempat. Dugaan sementara, perempuan tersebut meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya kambuh.

Kapolsek Purwoharjo Iptu Agus Suhartono menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh petugas Jogotirto bernama Salim. Saat itu, Salim tengah melakukan pengecekan kondisi aliran air di Dam Puter.

Photo
Photo

Ketika menyusuri saluran irigasi, Salim melihat tubuh seorang perempuan berada di aliran sungai. Menyadari ada hal mencurigakan, ia kemudian segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian.

“Jenazah pertama kali diketahui oleh petugas Jogotirto yang sedang mengecek kondisi aliran air Dam Puter pada Senin sore. Setelah melihat ada tubuh perempuan di aliran sungai, ia langsung melapor ke Polsek Purwoharjo,” kata Iptu Agus.

Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Purwoharjo bersama tim medis langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan proses evakuasi.

Setibanya di lokasi, petugas langsung mengevakuasi jenazah korban dari saluran irigasi. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis guna memastikan kondisi tubuh korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi tubuh korban juga tidak menunjukkan adanya luka yang mencurigakan.

“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi tubuh korban kurus dan tidak terdapat bekas luka,” jelasnya.

Berdasarkan perkiraan tim medis, korban diduga telah meninggal dunia sekitar enam jam sebelum jasadnya ditemukan oleh warga.

Untuk memastikan secara pasti penyebab kematian, sebenarnya diperlukan tindakan bedah mayat atau otopsi. Namun, pihak keluarga korban menolak prosedur tersebut dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Untuk memastikan penyebab kematian sebenarnya perlu dilakukan otopsi. Namun keluarga menolak dan membuat pernyataan resmi menerima kejadian ini sebagai musibah,” ujarnya.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Menurut keterangan keluarga kepada polisi, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi serta gangguan kejiwaan. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban juga sempat meninggalkan rumahnya sehari sebelumnya.

“Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat epilepsi dan gangguan jiwa. Pada Minggu (8/3) korban sempat pergi meninggalkan rumah,” terang Kapolsek.

Polisi menduga penyakit yang diderita korban kambuh saat berada di sekitar lokasi, sehingga menyebabkan korban terjatuh ke saluran irigasi.

“Diduga penyakit yang kambuh menjadi penyebab kematian korban,” pungkas Iptu Agus. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#perempuan meninggal di irigasi Purwoharjo #penemuan mayat Banyuwangi #Purwoharjo Banyuwangi #korban epilepsi Banyuwangi #perempuan ditemukan meninggal di sungai