RADARBANYUWANGI.ID - Kepanikan masyarakat dalam membeli bahan bakar minyak (BBM) yang sebelumnya terjadi di Kabupaten Jember mulai merembet ke wilayah lain di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur.
Fenomena panic buying tersebut kini terpantau mulai terjadi di Kabupaten Bondowoso dan Situbondo.
Lonjakan pembelian BBM secara berlebihan ini dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap isu keterbatasan stok BBM nasional yang sempat beredar luas.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi wilayah Besuki, Ikbal Wilda Fardana, mengatakan gejala panic buying mulai terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bondowoso.
“Sampai hari ini terpantau masyarakat Kabupaten Bondowoso mulai mengalami panic buying,” kata Ikbal, Sabtu (7/3/2026).
Edukasi Masyarakat Agar Tidak Panik
Melihat kondisi tersebut, pihak Hiswanamigas langsung melakukan langkah antisipasi dengan meminta pengelola SPBU untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membeli BBM secara berlebihan.
Ikbal mengaku telah berkoordinasi dengan pengurus Hiswanamigas di wilayah Bondowoso maupun Situbondo untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat.
“Saya sudah menyampaikan kepada Wakil Ketua Bidang SPBU di Bondowoso untuk mengedukasi masyarakat supaya tidak panik. Begitu pula di Situbondo juga sama,” ujarnya.
Menurutnya, pembelian BBM secara berlebihan justru berpotensi menimbulkan antrean panjang di SPBU dan memicu kekhawatiran masyarakat lainnya.
Jika situasi tersebut terus terjadi, kondisi distribusi BBM yang sebenarnya normal bisa terlihat seolah-olah mengalami kelangkaan.
Kondisi Berbeda di Banyuwangi dan Lumajang
Di tengah meningkatnya kepanikan di beberapa daerah, kondisi berbeda justru terjadi di wilayah lain di kawasan Besuki.
Ikbal menyebut bahwa situasi di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Lumajang relatif lebih kondusif.
“Relatif aman, bahkan tidak ada antrean di sana,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui secara pasti faktor yang menyebabkan perbedaan kondisi antara Bondowoso dan Situbondo dengan Banyuwangi maupun Lumajang.
“Kami belum tahu fenomenanya apa,” tambahnya.
Sempat terjadi antrean di beberapa SPBU di Lumajang pada Jumat pagi. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama.
“Tapi siang sudah terurai,” kata Ikbal.
Distribusi BBM Terus Dipantau
Ikbal menegaskan pihak Pertamina terus melakukan pemantauan terhadap distribusi BBM di wilayah tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM di seluruh wilayah tetap terjaga.
Ia menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki jalur distribusi pasokan BBM yang berbeda.
Kabupaten Lumajang, misalnya, mendapatkan suplai BBM dari depo yang berada di Surabaya.
Sementara itu, pasokan BBM untuk Bondowoso dan Situbondo berasal dari depo yang berada di Banyuwangi.
“Kalau memang memungkinkan atau harus ditambah, Pertamina juga siap menambah alokasi BBM di Bondowoso dan Situbondo,” jelasnya.
Dipicu Isu Stok BBM Nasional
Fenomena panic buying BBM ini pertama kali terjadi di Kabupaten Jember sejak Kamis (5/3/2026).
Saat itu masyarakat ramai-ramai mendatangi SPBU untuk membeli BBM setelah beredar kabar bahwa stok BBM nasional hanya cukup untuk bertahan selama 21 hingga 23 hari.
Isu tersebut dengan cepat menyebar di masyarakat dan memicu kepanikan yang membuat antrean kendaraan di sejumlah SPBU memanjang.
Namun Ikbal menegaskan bahwa informasi tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Menurutnya, stok BBM di wilayah Besuki yang meliputi Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, hingga Lumajang masih dalam kondisi aman.
Ia memastikan ketersediaan pasokan BBM untuk masyarakat tetap tercukupi.
“Stok BBM di kawasan Besuki masih aman dan mencukupi,” tegasnya.
Imbauan Tidak Membeli BBM Berlebihan
Hiswanamigas berharap masyarakat tidak mudah terpancing oleh isu yang belum tentu benar.
Masyarakat diimbau tetap membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi berjalan normal.
Selain itu, pembelian BBM secara berlebihan juga berpotensi menimbulkan masalah baru seperti penumpukan kendaraan di SPBU hingga gangguan lalu lintas di sekitar lokasi pengisian bahan bakar.
Ikbal menegaskan bahwa koordinasi antara Hiswanamigas, pengelola SPBU, dan Pertamina terus dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar.
Dengan langkah tersebut diharapkan kepanikan masyarakat dapat segera mereda dan kondisi distribusi BBM di kawasan Tapal Kuda kembali normal. (*)
Editor : Ali Sodiqin