RADARBANYUWANGI.ID - Kecelakaan tunggal terjadi di jalan raya Dusun Wadung Kamidin, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Rabu dini hari (4/3).
Sebuah truk tronton bernomor polisi N 7918 RL bermuatan tripleks terguling setelah suspensi sebelah kiri patah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sopir truk bernama Joko, 40, dilaporkan selamat dan hanya mengalami luka lecet ringan di beberapa bagian tubuhnya.
Namun, posisi truk yang melintang dan menutup sebagian badan jalan sempat menyebabkan arus lalu lintas jurusan Banyuwangi–Jember tersendat.
Petugas dari Unit Lantas Polsek Kalibaru terpaksa menerapkan sistem buka tutup untuk mengurai kemacetan yang terjadi di lokasi kejadian.
Suspensi Patah Saat Berpapasan
Kanitlantas Polsek Kalibaru Aipda Aries Prasetyanto menjelaskan, kecelakaan bermula saat truk bermuatan tripleks tersebut melaju dari arah barat menuju pabrik tripleks di wilayah Kecamatan Srono.
“Truk melaju pelan dari barat. Sesampai di jalan yang sedikit menikung, truk berpapasan dengan kendaraan lain,” ujar Aipda Aries.
Saat berpapasan itulah, suspensi atau per sebelah kiri truk berwarna biru tersebut tiba-tiba patah.
Kondisi itu membuat bodi kendaraan langsung miring dan kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya terguling ke arah kiri.
“Per-nya tiba-tiba patah. Karena itu bodi truk miring dan langsung ambruk ke kiri. Kejadiannya sekitar pukul 00.30, saat kondisi lalu lintas relatif sepi,” jelasnya.
Timpa Truk Parkir, Sopir Selamat
Nahasnya, saat terguling, bodi truk menimpa sebuah truk lain yang sedang parkir di tepi jalan. Truk yang tertimpa tersebut bernomor polisi N 8935 UE.
“Kebetulan ada truk parkir. Untungnya sedang tidak ada sopirnya, sehingga semua aman dan tidak ada korban tambahan,” kata Aries.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kecelakaan tersebut berdampak pada arus lalu lintas di jalur utama penghubung Banyuwangi–Jember. Kendaraan dari kedua arah harus berjalan bergantian dengan pengaturan petugas di lapangan.
Evakuasi Tunggu Pemindahan Muatan
Hingga Rabu siang sekitar pukul 14.30, proses evakuasi truk belum dapat dilakukan. Sopir dan pihak terkait masih menunggu proses pemindahan muatan tripleks dari bak truk yang terguling.
“Untuk sementara masih dipindah muatannya. Kemungkinan evakuasi dilakukan malam hari setelah muatan selesai dipindahkan,” terang Aries.
Rencananya, evakuasi akan dilakukan dengan cara menarik truk menggunakan kendaraan berat lain. Namun, opsi penggunaan crane juga disiapkan apabila kondisi di lapangan tidak memungkinkan.
“Dilihat dulu kondisinya. Kalau ditarik truk lain sulit, terpaksa kita panggil crane,” pungkasnya.
Pihak kepolisian mengimbau para pengemudi kendaraan berat agar rutin memeriksa kondisi kendaraan sebelum perjalanan, terutama komponen vital seperti suspensi dan sistem pengereman.
Pemeriksaan berkala dinilai penting untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi di jalur padat kendaraan logistik tersebut. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin