Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hendak Perang Sarung, Enam Remaja Diamankan Polresta Banyuwangi di GOR Tawangalun Saat Patroli Sahur

Bagus Rio Rohman • Selasa, 3 Maret 2026 | 04:00 WIB

DISANKSI JALAN JONGKOK: Sejumlah remaja diamankan personel perintis presisi Polresta Banyuwangi, Senin dini hari (2/3).
DISANKSI JALAN JONGKOK: Sejumlah remaja diamankan personel perintis presisi Polresta Banyuwangi, Senin dini hari (2/3).

RADARBANYUWANGI.ID – Aksi perang sarung yang kerap muncul saat Ramadan kembali menjadi perhatian aparat kepolisian.

Senin dini hari (2/3), sedikitnya enam remaja diamankan jajaran Polresta Banyuwangi karena diduga hendak melakukan perang sarung di sekitar GOR Tawangalun Banyuwangi.

Keenam remaja yang rata-rata masih berusia 16 tahun tersebut ditemukan bergerombol di sekitar jalan depan GOR saat petugas melakukan patroli perintis presisi menjelang waktu sahur.

Photo
Photo

Sarung Diikat dan Diisi Batu

Kasat Samapta Polresta Banyuwangi Kompol Suhartanto mengatakan, para remaja itu diamankan saat patroli rutin untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan.

“Mereka kita amankan saat melakukan patroli perintis presisi menjelang sahur,” ujarnya.

Menurut Suhartanto, awalnya jumlah remaja yang berkumpul cukup banyak. Namun, saat mobil patroli mendekat, sebagian besar langsung melarikan diri.

“Awalnya sekelompok remaja tersebut cukup banyak. Namun saat mobil patroli mendekat, mereka banyak yang melarikan diri. Hanya enam orang remaja yang berhasil diamankan,” jelasnya.

Petugas mendapati sarung yang diikat di bagian ujungnya. Setelah diperiksa lebih lanjut, sarung tersebut ternyata diisi batu, yang diduga akan digunakan sebagai alat untuk perang sarung.

“Awalnya mereka berdalih hendak membangunkan sahur. Namun kami curiga dengan sarung yang diikat di ujungnya. Saat dicek, ternyata benar, sarungnya berisi batu,” ungkap Suhartanto.

Diberi Sanksi Pembinaan Fisik dan Surat Pernyataan

Meski belum sempat terjadi aksi perang sarung, aparat tetap memberikan tindakan tegas sebagai efek jera. Keenam remaja tersebut diberi sanksi berupa pembinaan fisik di tempat.

Selain itu, mereka juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali.

“Untuk memberikan efek jera, enam remaja kita beri sanksi. Mereka juga membuat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,” tegasnya.

Langkah tersebut diambil agar para remaja memahami bahwa perang sarung bukan sekadar permainan, melainkan dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Antisipasi Gangguan Kamtibmas Saat Ramadan

Suhartanto menambahkan, selama Ramadan, patroli perintis presisi rutin menemukan kelompok remaja yang berkumpul menjelang sahur. Meski sebagian berdalih membangunkan warga untuk sahur, polisi tetap melakukan pembubaran demi mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Meski berdalih hendak membangunkan sahur, mereka tetap kita minta pulang untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Polisi mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, khususnya pada malam hingga dini hari selama Ramadan. Kegiatan yang awalnya dianggap tradisi bisa berubah menjadi tindakan berbahaya jika disertai unsur kekerasan.

Aksi perang sarung dengan isi batu berpotensi menimbulkan luka serius, bahkan korban jiwa. Karena itu, kepolisian memastikan patroli akan terus digencarkan demi menjaga situasi Banyuwangi tetap aman dan kondusif selama bulan suci. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#patroli sahur #GOR Tawangalun #polresta banyuwangi #perang sarung